Mataram (ANTARA) - Dana untuk pembangunan pusat keislaman atau "Islamic Center" di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terhimpun dari berbagai sumber sudah mencapai Rp66 miliar lebih.
"Jumlah itu belum termasuk sumbangan spontan dari donatur pada panitia penggalangan dana," kata Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh. Faozal, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, demi kelancaran pembangunan "Islamic Center", Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi, membentuk panitia penggalangan dana agar dapat mengoptimalkan semua potensi pendanaan.
Sejauh ini, panitia penggalangan dana "Islamic Center" sudah menempuh berbagai upaya seperti membuka rekening di delapan bank yang beroperasi di Kota Mataram untuk menampung sumbangan masyarakat.
Upaya lainnya yakni sumbangan sukarela dari kalangan PNS dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di jajaran Pemprov NTB yang diprakarsasi pengurus Korpri Provinsi NTB, melalui kebijakan pemotongan gaji atau tunjangan atau dana lainnya.
Untuk pemotongan gaji atau tunjangan di bulan Juni 2010, terkumpul sebesar Rp120 juta lebih.
Upaya penggalangan dana "Islamic Center" juga melibatkan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama agar bisa mengkoordinasikan pemotongan biaya perjalanan ibadah haji untuk kepentingan pembangunan "Islamic Center".
Pemerintah Provinsi NTB menghendaki dilakukan pemotongan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) untuk pembangunan "Islamic Center" sekitar Rp50 ribu/orang agar bisa menghimpun dana puluhan juta rupiah setiap musim haji.
Selain itu, sumbangan dari umat yang dihimpun Kantor Urusan Agama (KUA) dari biaya administrasi nikah.
Dari KUA sudah terhimpun Rp500 juta, dari PLN NTB sebesar Rp100 juta, dari dana tanggung jawab sosial PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar Rp50 miliar, serta dari dana APBD NTB sebesar Rp15 miliar.
"Saat menggelar rapat koordinasi panitia penggalangan dana pembangunan 'Islamic Center' di Hotel Lombok Raya, Minggu (8/8) lalu, secara spontan terkumpul dana sebesar Rp1,36 miliar lebih, sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp66 miliar lebih," ujarnya.
Seperti diketahui, pembangunan "Islamic Center" di jantung Kota Mataram itu akan berlangsung dalam dua tahun sehingga diperkirakan paling lambat tahun 2012 NTB telah memiliki kawasan pusat keislaman.
Kini, sedang dirampungkan rencana detail atau yang dikenal dengan DED (Detail Engineering Design) 'Islamic Center' Mataram itu sebagai tindak lanjut dari hasil karya kelompok diskusi Puddezoe yang memenangkan lomba "grand design" Islamic Center di Pulau Lombok.
Puddezoe mendesain sembilan elemen gedung pendukung "Islamic Center" atau hampir mendekati 12 fungsi keislaman antara lain tempat ibadah, perpustakaan, museum, pusat pendidikan, fasilitas olahraga termasuk kolam renang muslimah dan muslimin.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026