Dompu (ANTARA) - Bahan bakar minyak kembali langka di Kabupaten Dompu, mengakibatkan harga eceran naik hingga mencapai Rp7.000 sampai Rp10 ribu per botol.

  Keputusan menaikkan harga itu, karena pengecer mengaku mendapat BBM dari SPBU Empang Kabupaten Sumbawa.

  "Sejak kemarin (Minggu) BBM di tiga SPBU di Dompu kosong. Kami terpaksa membelinya dari Empang. Sementara ongkos membeli ke Empang mahal," kata Suciati, pengecer BBM di Simpasai, Dompu, Senin.

  Kenaikan harga eceran BBM terutama jenis premium bervariasi, di wilayah yang jauh dari kota harga naik sampai mencapai Rp10 ribu per botol. Demikian juga di Kecamatan Pekat, kata Ardiansyah, petugas Pemantau Pemilu Kada ketika dihubungi, Senin.

  Sementara, dari ketiga pemilik SPBU tidak dapat memberikan keterangan terkait dengan terlambatnya pasokan BBM dari Depo Pertamina Bima.

  "Kami tidak mendapat informasi kenapa terlambat. Kami juga berusaha mencari informasi ke sana (Depo Pertamina Bima) via telpon, tapi mereka menjanjikan sebentar lagi. Itu dikatakan dari kemarin," kata Ilham pengelola SPBU Karijawa.

  Ia menduga, terlambatnya pasokan BBM karena kapal pengangkut BBM, tidak bisa merapat ke dermaga akibat cuaca.

  "Mungkin seperti yang sudah-sudah, kapal tidak bisa merapat karena cuaca buruk. Tapi meski demikian, kami mohon mereka memberikan keterangan resmi," katanya.

  Ilham belum bisa memastikan kapan pasokan yang dipesan tiba, menurutnya, untuk kebutuhan lebaran ini pihaknya mengorder 3000 kkl BBM jenis premium. Namun melihat kondisi seperti ini, dirinya tidak yakin permintaan akan terpenuhi.

  "Paling hanya diberi 300 kkl, jumlah itu paling nggak sampai satu hari sudah habis," katanya.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026