Lombok Barat, NTB, 14/10 (ANTARA) - Pemerintah optimistis target Visit Indonesia Year (VIY) 2010 sebanyak tujuh juta wisatawan dapat dicapai karena kunjungan wisatawan terus mengalami kecenderungan  pertumbuhan.

   "Jika dilihat dari pertumbuhan angka kunjungan wisatawan sampai Agustus 2010, diyakini target tujuh juta wisatawan dapat dicapai," kata Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, di sela-sela penyelenggaraan Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesian Mart Expo (TIME) 2010 di Wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis.

   TIME 2010 yang juga diliput 15 wartawan dari belasan media yang antara lain berasal dari Australia, Italia, Singapura, Thailand, Korea, China, Malaysia, Arab Saudi dan Brunei itu, berlangsung di areal seluas 2.100 meter persegi di kawasan pantai bagian belakang The Santosa Villas & Resort.

   Penyelenggaraan TIME 2010 yang didukung dana tanggung jawab sosial PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang mencapai Rp3,5 miliar itu, diikuti oleh 118 pembeli dari 22 negara dan 110 penjual dari 15 provinsi di Indonesia.

   Para pembeli antara lain berasal dari Australia, Brazil, Kanada, Jerman, Hongaria, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Meksico, Belanda, Polandia, Rumania, Saudi Arabia, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Indonesia.  

Penjual berasal dari berbagai provinsi di Indonesia di antaranya DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan tuan rumah NTB.

   Sapta mengatakan, tren pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia cukup signifikan sehingga sampai Agustus 2010 tercatat sebanyak 4.625.550 orang wisatawan.

   Sejak Januari hingga Agustus 2010 terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia sebesar 12,12 persen, jika dibandingkan dengan data tahun 2009 yang pada posisi Agustus mencapai 4.125.684 orang.

   Pada Januari 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 493.799 orang yang mengalami peningkatan sebesar 4,36 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 yakni sebanyak 473.165 orang

Pebruari 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 523.135 orang yang mengalami peningkatan sebesar 24,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 yakni sebanyak 421.555 orang.

   Maret 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 594.242 orang yang mengalami peningkatan sebesar 16,22 persen jika dibandingkan dengan periode Maret 2009 yakni sebanyak 511.314 orang.

   April 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 555.915 orang yang mengalami peningkatan sebesar 14,12 persen jika dibandingkan dengan periode April 2009 yakni sebanyak 487.121 orang.

   Mei 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 600.031 orang yang mengalami peningkatan sebesar 15,01 persen jika dibandingkan dengan periode Mei 2009 yakni sebanyak 521.735 orang.

   Juni 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 613.422 orang yang mengalami peningkatan sebesar 11,41 persen jika dibandingkan dengan periode Juni 2009 yakni sebanyak 550.582 orang.

   Juli 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 658.476 orang yang mengalami peningkatan sebesar 10,96 persen jika dibandingkan dengan periode Juli 2009 yakni sebanyak 593.415 orang.

   Agustus 2010 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 586.530 orang yang mengalami peningkatan sebesar 3,48 persen jika dibandingkan dengan periode Agustus 2009 yakni sebanyak 556.797 orang, meskipun relatif berkurang jika dibandingkan dengan periode Juli 2010.

   "Bila pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar 12,12 persen itu konsisten dan bila pola fluktuasi bulanan mengikuti pola tahun 2009, maka diperkirakan jumlah kunjungan wisatan akhir tahun 2010 akan mencapai 7.090.166 orang, sehingga target tujuh juta tetap dapat dicapai," ujarnya.

   Menurut Sapta, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia selama Januari-Agustus 2010 itu membawa dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

   Jika jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dan mencapai target VIY tujuh juta orang maka diperkirakan pendapatan negara dari sektor pariwisata dapat mencapai lebih dari Rp80 triliun, termasuk yang masuk ke wilayah NTB.

   "Perlu disyukuri dan semua pihak patut menjaga dan memelihara kondusifitas keamanan wilayah agar kunjungan wisatawan terus meningkat dan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian bangsa," ujarnya.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026