Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat Hj Husnanidiaty Nurdin mengusulkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah agar siswa sekolah dasar diberi telur untuk meningkatkan asupan gizi.

  "Kami sudah mengusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB agar mengalokasikan anggaran melalui dana hibah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)," katanya di Mataram, Kamis.

  Dana hibah PTNNT pada 2010 sebesar Rp140 miliar, kata dia, diarahkan untuk menunjang program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, khususnya di sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

  Oleh sebab itu, kata Husnanidiaty, pemberian tambahan gizi melalui pemberian telur kepada siswa sekolah dasar (SD) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas SDM NTB sejak usia dini.

  Selain itu, untuk menurunkan angka anak bawah lima tahun (balita) NTB yang memiliki tinggi badan di bawah standar atau "stunting"

  Hasil perhitungan yang menggunakan data survei sosial ekonomi nasional (susenas) 2009, sekitar 25 persen balita di NTB bertinggi badan di bawah standar, akibat kurang mengkonsumsi mikro protein yang bisa diperoleh dari telur.

  "Rata-rata tingkat konsumsi telur masyarakat NTB hanya satu butir per bulan. Kondisi itu juga yang mempengaruhi masih adanya kasus gizi kurang yang bisa menyebabkan kualitas SDM anak-anak NTB relatif rendah," katanya.

  Ia mengatakan, pihaknya menargetkan akan memberikan bantuan telur kepada 91 SD yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara dan Lombok Timur bagian selatan.

  Dari masing-masing sekolah akan diambil 250 siswa untuk diberikan telur sebanyak 1 butir per minggu dan akan berlangsung selama tiga bulan.

  Menurut dia, jika Bappeda NTB menyetujui usulan tersebut dan anggota DPRD NTB memberikan izin pengalokasian anggaran, maka program pemberian telur bagi siswa SD untuk tahap awal akan terlaksana pada 2011 mendatang.

  "Kami berharap Bappeda NTB menyetujui, begitu juga dengan DPRD. Kalau semua setuju kami akan usulkan lagi untuk tahun berikutnya agar seluruh siswa SD di NTB bisa memperoleh tambahan makanan untuk meningkatkan gizi mereka," katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026