Jakarta (ANTARA) - Wartawan media online VIVAnews.Com, Yuniawan Wahyu Nugroho meninggal akibat letusan Gunung Merapi. Pantuan ANTARA pada Rabu dinihari, jasad Yuniawan ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan, di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Bukti diri berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih utuh ditemukan petugas dari dompet Wawan panggilan akrab Yuniawan.
Wawan ditemukan tidak bernyawa bersama tiga jenazah lain di rumah Mbah Maridjan yang hancur akibat awan panas dengan suhu sekitar 600 derajat celcius.
VIVAnews kehilangan kontak dengan Wawan saat erupsi terjadi sejak pukul 17.02 WIB. Kontak terakhir Wawan dengan seorang temannya, terdengar suara di latar yang menyebutkan ada api.
Wawan yang dilahirkan 1 Juni 1968 sehari-hari bekerja di Jakarta. Sebelum bergabung dengan VIVAnews, pria yang memiliki dua anak ini pernah menjadi wartawan Suara Pembaruan yang ditugaskan lingkungan Istana Negara.
Menurut redaksi Vivanews.com, almarhum terbang dari Jakarta, Selasa siang 26 Oktober 2010 dan akan meliput bencana Merapi sekaligus mewawancarai Mbah Maridjan untuk mengisi rubrik Sorot.
Menurut Agus, asisten Mbah Maridjan, almarhum sudah sampai di rumah Mbah Marijan, namun sempat turun bersama keluarga Mbah Maridjan tak lama setelah sirine tanda letusan Merapi berbunyi.
Setelah sampai di tempat aman, Yuniawan bersama Tutur, petugas PMI, berinisiatif naik lagi untuk menjemput dan memaksa Mbah Maridjan turun mengungsi ke lokasi aman.
Terakhir almarhum kontak dengan kantor redaksi VIVAnews.com melalui SMS pada pukul 17.49 WIB berbunyi "Aku lagi di rumah Mbah Maridjan. Ini banyak tamu orang Satkorlak. Mbah Maridjan masih mau shalat."
Setelah itu almarhum juga sempat menelepon ke redaksi VIVAnews.com dan mengabarkan akan mewawancarai Mbah Maridjan usai dia shalat. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026