Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Agus Patria di Mataram, Sabtu, mengatakan tiga BLK itu adalah BLK di Lombok Timur, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa.
"Selama ini calon TKW yang akan bekerja di Timteng dilatih di Jakarta sehingga mereka terpaksa ditampung cukup lama dan jika tidak lulus mereka dikembalikan ke daerah asal," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini sedang dipersiapkan peralatan pelatihan maupun tenaga instruktur, dan diharapkan pada 2010 tiga BLK tersebut bisa dimanfaatkan untuk melatih para TKW yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Timteng.
Menurut Agus, pemanfaatan tiga BLK untuk melatih calon TKW merupakan keinginan Gubernur NTB yang prihatin melihat calon tenaga kerja tersebut harus ditampung dalam waktu cukup lama di luar daerah termasuk untuk menjalani pelatihan.
"Karena itu kami akan berupaya memfungsikan BLK yang ada di NTB agar para TKW yang diberangkatkan telah memiliki sertifikat keterampilan sehingga tidak perlu terlalu lama ditampung di luar daerah," kata Agus.
Selama ini calon TKW yang akan dipekerjakan di luar negeri terutama di Timteng, banyak yang ditampung selama berbulan-bulan di Jakarta, bahkan tidak jarang mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.
Mengenai peningkatan kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Agus mengatakan pihaknya sedang berupaya meningkatkan kualitas calon TKI agar NTB tidak hanya mengirimkan tenaga kerja informal, tetapi juga tenaga kerja formal.
"Kami akan mempersiapkan tenaga kerja formal untuk mengisi permintaan dari luar negeri yang cukup banyak, antara lain perawat dan bidan dari Amerika Serikat dan Eropa," katanya.
Dalam kaitan itu Disnakertrans NTB akan menjalin kerja sama dengan Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan untuk mencetak tenaga perawat dan bidan yang berminat bekerja di luar negeri.
"Dengan cara ini kami tidak hanya menempatkan tenaga kerja informal di luar negeri, tetapi juga tenaga kerja formal sehingga devisa yang dihasilkan akan lebih banyak karena umumnya tenaga kerja formal gajinya lebih tinggi," kata Agus.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026