Mataram, 2/3 (ANTARA) - Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sedang berupaya menyinkronkan berbagai program di sektor industri dan perdagangan guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sinkroninasi program perindustrian dan perdagangan itu dilakukan dalam Rapat Kerja (Raker) Disperindag Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB, yang digelar di Mataram, Senin.
Para pejabat Disperindag provinsi dan kabupaten/kota yang menghadiri raker itu lebih dari 60 orang, termasuk beberapa pejabat terkait dari Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan.
Kepala Disperindag NTB, H. Hery Erpan Rayes, mengatakan, sinkronisasi program perindustrian dan perdagangan itu amat penting karena berkaitan dengan arah pengembangan kedua sektor terkait itu dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
"Program atau kegiatan perindustrian dan perdagangan di tingkat kabupaten/kota harus sejalan dengan program provinsi dan pusat, sehingga perlu disinkronkan diawal tahun anggaran," ujarnya.
Ia mengatakan, program sinkronisasi itu diawali dengan mengevaluasi pelaksanaan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) dekonsentrasi dan tugas pembantuan tahun anggaran 2008.
Selanjutnya, mewujudkan kesamaan pandangan dalam mengimplementasikan kebijakan pembangunan di sektor perindustrian dan perdagangan.
Selain itu, secara bersama-sama memahami arah pelaksanaan DIPA dekonsentrasi dan tugas pembantuan tahun anggaran 2009.
"Berbagai hal yang sinkronkan yakni program, kegiatan pokok, lokasi kegiatan tahun anggaran 2009 dan 2010 sebagaimana tertuang dalam rencana strategis (renstra) dan 'grand' strategi Disperindag Provinsi NTB tahun anggaran 2009-2013," ujarnya.
Menurut dia, peran strategis sektor perindustrian dan perdagangan yakni menggerakan sektor riil dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menghadapi persaingan global.
Peran itu dijabarkan dalam bentuk peningkatan fungsi UMKM/UKM dalam pemenuhan kebutuhan pasar domestik, peningkatan ekspor dan daya saing.
Peran sektor perindag lainnya yakni mengembangkan potensi dan produk unggulan daerah yang berorientasi ekspor dan memiliki daya saing dalam perkuatan struktur perekonomian daerah.
Juga, mengembangkan sistem pasar komoditi pertanian dalam mewujudkan transparansi harga dan peningkatan pendapat petani produsesn untuk mendukung ketahanan pangan.
"Peran lainnya yakni merumuskan kebijakan sektor perindag yang secara sinergis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mengatasi pengangguran dan kemiskinan, optimalisasi sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Rayes. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026