Mataram, 23/11 (ANTARA) - Komite Olah Raga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat hanya dalam waktu lima menit berhasil mengumpulkan dana Rp8 juta lebih untuk membantu korban letusan Gunung Merapi.
Penggalangan dana Merapi secara spontan itu dilakukan pada acara pembukaan Rapat Anggota KONI NTB di Mataram, Selasa, yang dihadiri antara lain Wakil Gubernur H Badrul Munir.
Ketua Umum KONI NTB H MNS Kasdiono secara spontan tampil ke depam menyanyikan sebuah lagu berjudul "Ibu Pertiwi" sambil mengajak seluruh undangan pembukaan rapat kerja untuk membantu para korban bencana alam Gunung Merapi.
Diawali oleh Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir memasukkan sumbangan ke kotak kardus bertulis "Peduli Merapi" diikuti oleh para undangan lainnya, sehingga terkumpul dana sebera Rp8 juta lebih termasuk sumbangan dari PT Jasatama Widya Perkasa sebesar Rp5 juta dalam bentuk cek.
Pada pembukaan rapat kerja pertama KONI NTB itu Kasdiono mengajak para undangan mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban bencana Merapi, karena mungkin saja di antara para korban bencana alam tersebut ada atlet dan para pejuang olah raga.
"Penggalangan dana secara spontan ini merupakan salah satu wujud kepedulian kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana Gunung Merapi dan bencana tsunami Mentawai," ujarnya.
Sumbangan tersebut akan segera disampaikan kepada para korban bencana alam Gunung Merapi melalui rekening peduli Merapi untuk kemudian disampaikan kepada para korban bencana terutama yang masih tinggal di pengungsian.
Sejak terjadinya bencana alam meletusnya Gunung Merapi yang menelan ratusan korban jiwa dan kerugian harta benda, para pelajar, mahasiswa dan aktivis LSM melakukan pengalangan dana hampir di semua perempatan jalan.
Ini merupakan wujud tingginya rasa kepedulian mereka terhadap para korban bencana alam, dengan sumbangan tersebut diharapkan bisa meringankan beban para korban mencana terutama yang masih di pengungsian.
Kendati jumlahnya relatif kecil, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para korban bencana yang terjadi di tanah air. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026