Mataram, 10/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pemangku kepentingan lainnya segera merealisasikan program konversi minyak tanah ke elpiji tiga kilogram, yang akan diawali di Pulau Lombok.
"Sudah disepakati dengan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan program konversi gas elpiji itu mulai 17 Desember mendatang, saat puncak peringatan HUT ke-52 Pemerintah Provinsi NTB," kata Kepala Biro Perekonomian Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Abdul Haris, di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, program konversi minyak tanah ke gas elpiji itu dimaksudkan untuk menjamin penyediaan dan pengadaan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil sekaligus mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna meringankan beban keuangan negara.
Khusus di wilayah NTB pelaksanaan konversi itu untuk Pulau Lombok dimulai pada 2010 dan untuk Pulau Sumbawa dimulai pada 2011.
"Nanti, tanggal 13 Desember mendatang, digelar rapat pemantapan realisasi program konversi elpiji itu, dengan pihak-pihak terkait seperti pertamina dan Hiswana Migas," ujarnya.
Menurut Haris, sosialisasi dan verifikasi sasaran penerima gas elpiji bersubsidi sudah seringkali digelar, yang melibatkan konsultan ahli sebagai sosialisator sekaligus tim pengolah data, serta berkoordinasi langsung dengan kepala daerah seperti bupati dan camat.
Kegiatan sosialisasi mengedepankan tata cara penggunaan tabung gas elpiji yang aman dari kemungkinan ledakan, yakni penggunaan tabung, selang dan regulator Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sementara kegiatan pencacahan sasaran penerima manfaat tabung gas elpiji bersubsidi itu, mengacu kepada data awal versi Badan Pusat Statistik (BPS) yakni jumlah rumah tangga yang berhak menerima manfaat konversi gas elpiji tiga kilogram itu sebanyak 527 ribu kepala keluarga (KK).
Data itu merupakan rumah tangga miskin (RTM) versi BPS yang diasumsikan berhak menerima manfaat konversi gas elpiji, namun masih harus diverifikasi karena untuk tahap awal pendistribusian elpiji tiga kilogram hanya untuk RTM yang berdomisili di Pulau Lombok atau belum termasuk di Pulau Sumbawa.
Dari data versi BPS itu, tim pencacah kemudian memverifikasi rumah tangga yang belum menggunakan gas elpiji sebagai sasaran bantuan tabung gas elpiji tiga kilogram itu.
Verifikasi perlu dilakukan karena ada kemungkinan sebagian RTM telah menggunakan tabung gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangganya, dan ada juga yang kemungkinan berhak namun belum didata.
Dari hasil pencacahan itu, sasaran konversi minyak tanah ke gas elpiji di Pulau Lombok sebanyak 557.479 rumah tangga.
Rumah tangga yang belum menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram itu yang akan dibagi tabung gas elpiji tiga kilogram secara cuma-cuma.
"Untuk pengisian gas elpiji bisa dilalakukan melalui Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang disediakan. Untuk tahap awal sudah ada satu SPPBE di jalan lingkar selatan Kota Mataram, dan sedang diupayakan satu SPPBE lagi di Kota Mataram," ujar Haris.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026