MOBIL ELEKTRIK MASSAL JADI KENYATAAN

id



Jakarta (ANTARA) - Mengisi energi untuk kendaraan dengan menancapkan kabel akan menggantikan isi bensin ke tanki.

Itulah realitas baru yang ditunjukkan  dalam pameran  North American International Auto Show tahun ini yang diikuti banyak pabrikan.

Steker, kabel dan komponen lain untuk mengisi  baterai kendaraan listrik murni maupun hybrid, menjadi hal yang menonjol di pameran itu.

Cara baru tersebut juga merupakan preview bahwa perusahaan mobil sedang bersiap untuk menggantikan  pompa bensin pada abad 21.

Meskipun jarak tempuh dengan baterai tetap menjadi pembicaraan utama, konferensi pers selama preview untuk media pada minggu lalu juga membahas lama  pengisian ulang dan keselamatan mobil elektrik saat kecelakaan.

Ford Motor, yang menampilkan Focus versi  elektrik, merupakan salah satu pabrikan yang berusahamemperpendek waktu pengisian ulang.

Sherif Marakby, direktur teknik listrik Ford, mengatakan mobil produk mereka mengisi tenaga cuma separuh dari waktu yang dibutuhkan mobil seperti Chevrolet Volt atau Nissan Leaf.

Prestasi itu berkat charger onboard 6,6 kilowatt dan Ford  memastikan bahwa siklus pengisian daya tidak akan merusak baterai.

Ford mengatakan baterainya akan bagus setidaknya selama 10 tahun dan akan bertahan minimal 5.000 siklus pengisian yang cepat.

Untuk mobil elektrik generasi pertama, Ford bermaksud membatasi kecepatan pengisian baterai ke 240 volt arus bolak balik, tingkat yang dikenal sebagai C2, daripada pindah ke pengisian arus tegangan tinggi searah C3.

Pelanggan akan bisa mendapatkan pengisi daya cepat 240 volt bermerek Ford diinstal dengan harga kira-kira 1.500 dolar.

Mobil elektrik Volkswagen, dijadwalkan untuk diproduksi tahun 2013, juga akan menawarkan rencana pengisian cepat.

Mobil yang disebut Blue-e-Motion, akan mengisi baterai selama 3.5 jam pada tegangan 240  volt A.C, atau setengah jam pengisian ke 80 persen menggunakan DC bertenaga tinggi, kata Sven-Oliver Mundermann dari bagian riset dan pengembangan VW.

Pengisian cepat  bisa mengurangi usia baterai, sehingga VW tidak akan merekomendasikan untuk menggunakannya sehari-hari.

Mobil yang menyimpan tab di pengendara mereka tampaknya pasti menjadi bagian dari masa depan.

VW Golf memantau pengendara dan bila  pengendara lupa mengisi, maka sistem otomatis langsung bekerja.

Versi elektrik dari Ford Focus  secara otomatis membangun profil pengemudi berdasarkan informasi berkendara yang direkam oleh gantungan kunci kendaraan.

Profil kebiasaan dan teknik berkendara berguna untuk memperkirakan jarak yang masih bisa ditempuh.

Dalam kerjasama dengan MapQuest, pilihan rute bisa dievaluasi, kata Ed Pleet, manajer untuk layanan tersambung di Ford Motor.


Apakah kendaraan elektrik seaman mobil biasa yang sudah diuji keselamatannya dalam kecelakaan secara luas selama bertahun-tahun? Itulah pertanyaan  calon pembeli. Tampilan Volvo di pameran termasuk model C30 yang sudah diuji keselamatannya untuk menunjukkan apa yang terjadi dampaknya dalam 40 mil/jam.

"Kami menemukan baterai yang perlu dipasang di mobil jauh dari zona lipatan yang dirancang untuk mengurangi energi dan merusak bentuk," kata Stefan Jacoby, CHief executive Volvo Cars.

Rekan pembuat baterai Volvo, Ener1, merancang sistem "baterai terpisah" untuk mobil, dengan separuh baterai dalam terowongan pusat antara tempat duduk dan setengah yang lain di bawah tempat duduk belakang. C30 melakukan uji tabrak di laboratorium Volvo di Gothenburg, Swedia bulan lalu, dengan baterai lithium terisi penuh. Volvo melaporkan baterai-baterai dan kabel-kabel tetap utuh.(*)

Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar