Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Sekabela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan "perang" melawan sampah mulai dari rumah untuk mempermudah pengelolaan sampah tahap selanjutnya.

Camat Sekarbela Arif Satriawan di Mataram, Senin, mengatakan, "perang" melawan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

"Mulai dari rumah, kita bisa melakukan perubahan besar dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik," katanya.

Komitmen "perang" melawan sampah tersebut telah disosialisasikan ke masyarakat melalui kelurahan dan lingkungan, bahkan dalam setiap kegiatan komitmen tersebut terus digaungkan.

Hal itu, termasuk saat dirinya memberikan tausiah inspiratif pada Sabtu (7/3) kepada warga Kekalik Jaya di Masjid Uswatun Hasanah, yang merupakan binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tentang pentingnya perang melawan sampah dari rumah tangga.

"Karena setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Baca juga: TPA Kebon Kongok normal, pengangkutan sampah Mataram jadi 4 ritase

Tausiah lingkungan itu, katanya, disampaikan dalam kesempatan buka bersama dan silaturahim di gelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dihadiri 130 tokoh agama dan masyarakat setempat. Masyarakat diajak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga mengimbau warga agar terus mendukung program-program lingkungan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat, terutama "Tempah Dedoro", sebagai upaya mengelola sampah organik di rumah tangga.

"Tempah Dedoro" menjadi satu solusi penanganan sampah rumah tangga dengan mengolah sampah organik ke dalam wadah tempah dedoro menjadi pupuk kompos dalam 8-12 bulan ke depan.

Baca juga: Menata ulang pengelolaan sampah di Bumi Gora

Dengan demikian, sampah yang dihasilkan rumah tangga hanya sampah plastik yang sudah tidak bisa diolah sehingga secara otomatis dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), hingga 50 persen.

"Tausiah bagian upaya kami memotivasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk warga LDII untuk mendukung program perang terhadap sampah," katanya.

Ketua DPD LDII Kota Mataram Yusda Syarifudin menyambut baik ajakan Camat Sekarbela.

"Insyaallah itu selaras dengan konsep Green Dakwah LDII sekaligus dengan delapan program prioritas LDII tentang lingkungan dan energi terbarukan yang telah di tetapkan dalam Munas LDII," katanya.

Baca juga: Sampah Mataram naik 5 ton/hari selama Ramadhan
Baca juga: Tempah dedoro, ikhtiar Mataram atasi sampah



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026