Mataram, (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Barat H. Lalu Syafi'i menilai masih banyak guru di wilayahnya yang 'kudis' atau kurang disiplin sehingga mempengaruhi mutu dan kualitas pendidikan.

   "Kalau guru banyak yang masih memiliki penyakit 'kudis' otomatis pendidikan juga akan 'kudis'," katanya usai acara pisah kenal Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, di Mataram (5/2).

   Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, dijabat oleh H. Ruslan Effendy menggantikan H. Lalu Sya'fii yang diangkat oleh Gubernur NTB menjadi Kepala Dinas Dikpora NTB.

   Menurut dia, dengan adanya tunjangan sertifikasi yang diberikan oleh pemerintah, semua guru diharapkan berubah, baik dari sisi disiplin, komitmen mengajar, dan merubah kualitasnya menjadi lebih baik.

   Meskipun pemerintah sudah memberikan perhatian dalam bentuk pemberian tunjangan sertifikasi, namun masih banyak ditemukan guru yang kurang disiplin dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga pendidik.

   Syafi'i menegaskan bahwa guru kurang disiplin tersebut seharusnya tidak boleh terjadi di dunia pendidikan yang merupakan sebuah ruang yang memiliki dimensi luas dan sangat mulia yakni memanusiakan manusia.

   "Guru kurang disiplin bisa dilihat dari jam masuk kerja yang seharusnya jam 7 pagi tapi datangnya lewat dari itu, kelengkapan mengajar nya tidak dipenuhi dan tidak menulis karya ilmiah," ujarnya.

   Masih banyaknya guru kurang disiplin, kata dia, akan berakibat pada tidak optimal nya upaya peningkatan mutu pendidikan yang harus dicapai.

   Pendidikan menurut dia, merupakan sebuah keteladanan yang bisa dicapai dengan sebuah kedisiplinan. Jika guru sebagai alat andalan kurang disiplin maka keteladanan dalam sebuah pendidikan tidak akan terwujud.

   "Keteladanan tidak akan ada kalau disiplin tidak tercipta. Siapa lagi yang diandalkan kalau bukan guru. Keteladanan adalah kedisiplinan," ujar Syafi'i.

   Ia menilai para guru di Kota Mataram, tidak terlalu banyak yang kurang disiplin dan itu perlu dipertahankan.

   "Kalau di Mataram, saya lihat tidak terlalu banyak guru yang berpenyakit 'kudis'," katanya.

   Agar para guru di NTB bisa meningkatkan kedisiplinannya sebagai tenaga pendidik, lanjutnya, pihaknya akan berupaya maksimal untuk memberikan pembinaan. Selain itu, para guru juga diminta untuk berkomitmen meningkatkan kedisiplinannya.

   Menurut dia, upaya pemberian sanksi bagi guru kurang disiplin memang perlu dilakukan, namun pembinaan dengan mengingatkan akan tugas pokoknya sebagai tenaga pendidikan lebih diutamakan.

   "Peningkatan mutu pendidikan di NTB kuncinya ada di guru. Kalau kurang disiplin tentu akan sulit. Tapi kita akan 'all out' memberikan pembinaan sebelum ada hukuman yang dijatuhkan," ujarnya.

   Data Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, jumlah guru di NTB yang terdata hingga 2010, sebanyak 62.721 orang dengan rincian bersatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 33.924 orang (54,09) persen dan yang non PNS sebanyak 28.797 orang (45,91) persen.

   Dari seluruh guru NTB yang ada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional tersebut sekitar 13.000 orang sudah disertifikasi hingga 2010.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026