KANWIL AGAMA NTB DORONG KEBIASAAN MENGAJI-BERZAKAT

id

Mataram, 24/2 (ANTARA) - Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus berupaya mendorong peningkatan kebiasaan mengaji selepas salat Magrib dan berzakat sepanjang masa, yang dirasakan mulai memudar dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Suhaimi Ismy, di Mataram, Kamis, mengatakan, pihaknya makin gencar mensosialisasikan program Magrib Mengaji dan NTB Berzakat di kalangan umat Islam di daerah itu.

"Kedua program peningkatan akhlak itu juga akan kami sosialisasikan dalam pertemuan lanjutan pimpinan pondok pesantren Se-NTB yang dijadwalkan 27 Februari mendatang," ujarnya.

Kanwil Kementerian Agama NTB yang memfasilitasi pertemuan lanjutan pimpinan pondok pesantren Se-NTB guna membahas berbagai upaya mendukung kemajuan pembangunan itu.

Pertemuan tersebut direncanakan melibatkan sekitar 500 orang pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama Islam lainnya seperti para Tuan Guru dan Ustadz.

"Kami siap memfasilitasi karena pertemuan silaturahmi pimpinan ponpes yang dihadiri banyak Tuan Guru dan tokoh agama lainnya itu dipandang penting, dalam membangun daerah sesuai bidang tugasnya," ujarnya.

Namun, pertemuan lanjutan pimpinan ponpes dan para tokoh agama Islam lainnya itu akan digelar di tempat yang lebih representatif seperti di aula Hotel Lombok Raya karena program itu didukung dana APBN.

Pertemuan pertama silaturahmi pimpinan ponpes Se-NTB digelar di Asrama Haji NTB, di Jalan Lingkar Selatan, Kabupaten Lombok Barat, 26 Januari lalu.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKPP) NTB yang diketuai oleh TGH Syafwan Hakim, dan didanai oleh Pemprov NTB.

Dalam pertemuan itu, para Tuan Guru dan tokoh agama lainnya meminta agar pertemuan silaturahmi itu digelar secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu.

Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi, yang menghadiri pertemuan itu langsung mengiyakan dan menyatakan mendukung pertemuan lanjutan secara berkala.

Suhaimi mengatakan, selain momen silaturahmi pertemuan para tokoh agama Islam di wilayah NTB itu juga amat penting untuk mensosialisasikan program Magrib Mengaji dan NTB Berzakat.

"Tentu, akan berdampak pada lebih giatnya anak-anak, adik-adik dan saudara kita untuk mengaji selepas Magrib dan sering berzakat sepanjang tahun. Dulu budaya Magrib Mengaji dan minat berzakat begitu baik, dan itu yang mau kami tradisikan kembali," ujarnya. (*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.