Aceh Tengah (ANTARA) - Sebagian penyintas bencana di Kecamanta Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan bulan suci Ramadhan di kediaman.
Salah satu penyintas, Khadijah mengatakan keputusan kembali ke rumah karena merasa kondisi sudah aman dan ingin menjalankan ibadah puasa di rumah pribadi, meski kini masih dalam timbunan lumpur setinggi lutut.
"Baru pindah ibu tiga malam ke belakang ini (di rumah pribadi). Malam tadi datang hujan, sudah datang resah tapi apa boleh buat, kami berteduh lah di situ," ungkap Khadijah kepada ANTARA, Selasa.
"Mungkin kami kan ini mau bulan puasa nak. Kalau di pengungsian kan ada rasa enggak nyaman gitu kan," ucap Khadijah yang telah mengungsi selama tiga bulan terakhir.
Khadijah dan sebagian warga lainnya kembali ke rumah meski tanpa kamar mandi dan sumur yang tidak berfungsi karena timbunan lumpur. Meski demikian Khadijah mengaku bahwa setiap hari memperoleh suplai air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Kepala Desa Kampung Toweren Sirwan berharap warganya memperoleh bantuan dari pemerintah untuk pembersihan endapan lumpur yang sebagian masih mengendap di rumah.
Baca juga: Dinkes Mataram memastikan layanan kesehatan tetap optimal saat Ramadhan
Sirwan menjelaskan sebelumnya terdapat bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri yang membantu membersihkan jalan yang tertutup oleh lumpur dan gelondongan kayu.
"Mungkin dari kami, kepala desa hanya mengusulkan ke kabupaten untuk pembersihan rumah-rumah saudara kami yang masih belum bisa ditempati atau masih di pengungsian," ujar Sirwan.
Baca juga: Hilal awal Ramadhan 2026 di Lombok-NTB belum terlihat
Data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh mencatat jumlah warga terdampak banjir mencapai 11.657 jiwa yang tersebar di satu kecamatan dan 26 kampung. Kerusakan rumah dilaporkan mencapai 4.426 rumah.
Pewarta : Fajar Satriyo
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026