Mataram (ANTARA) - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal mengapresiasi kegiatan pawai ogoh-ogoh di Kota Mataram, sebagai bentuk menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama serta kemampuan menjaga harmoni sosial di daerah itu.

"Saya merasakan keseriusan dan kesiapan kegiatan sehingga menjadi bukti Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kota Mataram, mampu menjaga toleransi dan
kebersamaan dengan sangat baik," katanya di Mataram, Provinsi NTB, Rabu.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai seni, budaya, dan spiritualitas yang memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam pelepasan parade ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Jalan Pejanggik, Kota Mataram yang sukses dilaksanakan di tengah umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh, Polresta Mataram siapkan pengalihan arus

Kegiatan itu dihadiri juga jajaran Forum Koordinasi Daerah (Forkopimda) NTB dan Kota Mataram, Wali Kota Mataram  Mohan Roliskana sekaligus melepas peserta pawai, yang menjadi simbol nyata sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk serta memperkuat makna strategis kegiatan itu.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal. ANTARA/HO-Kominfo Mataram.

Gubernur mengatakan, kehidupan damai yang terbangun saat ini merupakan hasil dari proses panjang kebersamaan lintas agama dan budaya.

"Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa NTB adalah daerah yang memahami makna toleransi, saling menjaga, dan saling
menghormati. Ini adalah kekuatan kita bersama," katanya.

Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh di Mataram dijaga ketat, 850 personel diterjunkan

Sementara Ketua Pelaksana Made Krisna Yuda Prasetya dalam kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan tahun itu diikuti oleh 105 peserta yang berasal dari Kota Mataram dan beberapa dari luar kota.

Dia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

Parade ogoh-ogoh, lanjutnya, menjadi wujud nyata kreativitas generasi muda yang memadukan seni budaya dengan nilai-nilai spiritual dalam satu kesatuan yang bermakna.

"Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antar umat beragama," katanya.

Selain itu, tambah Krisna, melalui kegiatan parade tersebut Kota Mataram tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga mempertegas komitmennya sebagai ruang hidup bersama yang inklusif, harmonis, dan penuh semangat kebhinnekaan.

Baca juga: Nyepi dan Lebaran beririsan, Takbiran di Mataram dibatasi
Baca juga: Sebanyak 105 Banjar Mataram siap ramaikan pawai ogoh-ogoh Nyepi 2026
Baca juga: Ratusan petugas di Mataram dikerahkan hadapi sampah ogoh-ogoh & takbiran

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026