Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Edy Murbowo menilai kemeriahan pawai ogoh-ogoh pada momentum Ramadhan tahun ini menjadi wujud toleransi antarumat beragama.
"Parade ogoh-ogoh bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi serta menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama," kata Kapolda usai menyaksikan secara langsung pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram, Rabu.
Ia pun meyakini bahwa parade ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas seni budaya, tetapi juga mengandung spiritual dan memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan umat Hindu.
Dengan menghadiri acara budaya ini, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri ini merupakan bagian dari dukungan moral kepada umat Hindu dalam menyambut perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3).
Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh, Polresta Mataram siapkan pengalihan arus
Kapolda didampingi jajaran dan sejumlah pejabat forkopimda menghadiri pelaksanaan parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB.
Kegiatan parade berlangsung di sepanjang 1,5 kilometer Jalan Pejanggik, Kota Mataram. Dari arak-arakan ogoh-ogoh terlihat umat Hindu yang ikut dalam kemeriahan tersebut mulai dari usia anak hingga dewasa.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat di luar umat Hindu dan wisatawan mancanegara ikut berbaur menikmati gelaran budaya tahunan dari rangkaian perayaan Nyepi di sentral Kota Mataram tersebut.
Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh di Mataram dijaga ketat, 850 personel diterjunkan
Dalam parade ogoh-ogoh tahun ini, tercatat ada 105 ogoh-ogoh yang ikut dalam kemeriahan. Kapolda dalam kegiatan tersebut mendapat kesempatan menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada pemenang lomba.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri pada sehari sebelumnya telah diumumkan tiga nama pemenang lomba karya seni pembuatan ogoh-ogoh terbaik, yakni Sekaa Teruna Teruni (STT) atau organisasi pemuda dari Banjar Negara Sakah, Cakranegara sebagai juara.
Kemudian, posisi kedua diraih STT Banjar Sasana Dharma Laksana, Turide dan urutan ketiga STT Banjar Gajah Mada Pagesangan, Mataram.
Baca juga: Di antara ogoh-ogoh dan takbir: NTB menjaga harmoni
Baca juga: Nyepi dan Lebaran beririsan, Takbiran di Mataram dibatasi
Baca juga: Di antara sunyi dan takbir
Baca juga: Nyepi dan takbiran beririsan, Gubernur NTB serukan harmoni
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026