Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Amar Nurmansyah mengatakan kegiatan pawai takbiran dan lampion malam Lebaran atau Idul Fitri 1447 hijriah merupakan ajang untuk memperkuat syiar Islam di daerah setempat.
"Pawai takbiran ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga mempererat silaturahmi antar warga serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat," kata Amar Nurmansyah saat kegiatan pawai takbiran malam lebaran di Sumbawa Barat, Jumat.
Pawai yang dipusatkan di Alun-alun Kota Taliwang ini menjadi momen kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Pawai takbiran tahun ini diikuti oleh dua kategori, yakni kategori perangkat daerah/instansi serta kategori umum yang melibatkan masjid, majelis taklim, dan berbagai kelompok masyarakat.
Peserta tampil dengan berbagai kreativitas, mulai dari atribut dan ornamen bernuansa islami, kendaraan hias yang menarik perhatian, hingga lantunan takbir yang menggema, menambah semarak suasana malam Idul Fitri.
"Mari jadikan momentum takbiran sebagai bentuk ungkapan syukur atas kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadhan," katanya.
Ia mengatakan 1 Syawal merupakan hari kemenangan setelah melaksanakan ibadah puasa di Ramadhan. Tidak ada cara lain untuk merayakannya selain dengan memenuhi Sumbawa Barat dengan takbir, tahlil, dan tahmid, memuja kebesaran Allah SWT.
Baca juga: Nyepi dan Lebaran berdekatan, Ogoh-ogoh dan takbiran di NTB tetap diizinkan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pawai takbiran dengan penuh semangat dan persiapan.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bersiap dan ikut berpartisipasi. Ikuti takbiran ini dengan tertib, jaga barisan masing-masing agar kegiatan berjalan dengan baik. Ingat, tujuan kita adalah mengagungkan kebesaran Allah SWT,” katanya.
Baca juga: Langit Praya Bersinar! Ribuan remaja masjid semarakkan pawai lampion Idul Fitri
Bupati menegaskan bahwa lantunan takbir, tahmid, dan tahlil bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur dan refleksi diri setelah menjalani bulan suci Ramadhan.
“Ini adalah bentuk kesyukuran kita, bahwa kita kembali bersih, kembali fitrah, dan kembali suci,” katanya m
Dengan suasana yang tertib dan penuh khidmat, malam takbiran di Sumbawa Barat menjadi penanda datangnya hari kemenangan yang disambut dengan suka cita dan penuh makna.
Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Lebaran tahun ini terjadi perbedaan dengan jamaah Muhammadiyah yang terlebih dahulu melaksanakan shalat Idul Fitri, 20 Maret 2026.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026