Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat akan merekrut sebanyak 5.000 petugas sensus dalam mendukung Sensus Ekonomi secara nasional pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan pelaksanaan sensus kali ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan sebelumnya. Seluruh wilayah akan didata secara menyeluruh tanpa membedakan daerah konsentrasi maupun non-konsentrasi data yang dihimpun juga akan langsung terintegrasi dalam sistem untuk pembaruan secara real time.

"Pendataan dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya langsung terhubung dalam sistem, sehingga pembaruan data dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat," ujarnya saat bersilaturahmi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan yang diterima di Mataram, Rabu.

Baca juga: BPS NTB siapkan wilayah kerja statistik untuk Sensus Ekonomi 2026

Ia mengatakan untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS NTB akan merekrut sekitar 5.000 petugas dari unsur masyarakat desa dan mahasiswa.

"Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui aplikasi resmi, serta melibatkan rekomendasi dari pemerintah desa guna memastikan kualitas dan pemahaman petugas terhadap kondisi lapangan," katanya.

Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Iqbal menekankan bahwa kualitas data menjadi faktor penentu dalam keberhasilan program pembangunan, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.

"Data itu fondasi. Kalau datanya tidak akurat, maka kebijakan kita juga berpotensi tidak tepat. Karena itu, saya minta pendataan ini dilakukan dengan baik dan melibatkan masyarakat lokal agar konteks di lapangan tidak salah ditangkap," tegasnya.

Baca juga: BPS membutuh dana Rp6 triliun untuk gelar Sensus Ekonomi 2026

Menurutnya, salah satu pembelajaran dari pendataan sebelumnya adalah pentingnya menghadirkan data yang tidak hanya valid secara angka, tetapi juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Pelibatan tenaga lokal dinilai penting untuk meminimalkan kesalahan klasifikasi, termasuk dalam penentuan kategori kemiskinan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi publik dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus.

"Kita perlu menyampaikan pentingnya sensus ini dengan cara yang lebih membumi. Bisa melalui pendekatan cerita atau kasus nyata, sehingga masyarakat paham kenapa data ini penting dan mau berpartisipasi aktif," ujarnya.

Baca juga: Sensus ekonomi berperan dalam pembangunan ketenagakerjaan

Iqbal menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan sensus melalui penerbitan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sosialisasi serta memfasilitasi pelaksanaan pendataan hingga ke tingkat desa.

Ia juga menegaskan bahwa pemutakhiran data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam meningkatkan efektivitas program pembangunan di NTB.

"Dengan data yang lebih baik, kebijakan yang kita ambil ke depan akan semakin tepat, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026