Aceh Tengah (ANTARA) - Para penyintas bencana di Kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, bersiap untuk tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Kampung Toweren Uken Sirwan mengatakan bahwa masyarakat yang menjadi penyintas bencana kini sebagian telah kembali ke rumah pribadi masing-masing untuk bersiap menyambut bulan suci Ramadhan dan mempersiapkan meugang.

"Rabu besok, masyarakat meugang di rumah sendiri. Ini alhamdulillah mungkin ada dari presiden mengasih daging ke desa-desa, alhamdulillah. Mungkin ini minimalnya mungkin ada yang dapat setengah kilo, mungkin alhamdulillah ini pun bantuan dari kabupaten, provinsi," kata Sirwan saat ditemui ANTARA, Selasa.

Tradisi meugang merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Aceh untuk menyambut hari-hari besar suci umat Islam, yakni sebelum bulan Ramadhan, sebelum Idul Fitri, dan sebelum Idul Adha.

Secara adat, tradisi yang secara harfiah berarti memasak daging ini wajib dilakukan sebagai wujud kebersamaan dan kekerabatan. Olahan masakan daging biasanya dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga yatim piatu.

Baca juga: Pembangunan huntara di Langkahan tetap dikebut

"Iya, kalau untuk acara meugang nak, tradisi Gayo ini nak kan harus kami laksanakan. Biarpun kecil, biarpun besar harus kami hadapi datangnya bencana ini dari Allah," ujar penyintas bencana Khadijah secara terpisah.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mentransfer bantuan pembelian sapi tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan untuk masyarakat terdampak bencana Aceh dengan nilai lebih dari Rp72,7 miliar.

Baca juga: Bangkit Sumatera: ANTARA ekspos upaya pemerintah tangani bencana

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dana dari Presiden melalui Sekretariat Presiden, dan langsung ke 19 pemerintah kabupaten/kota pada Selasa (10/2), senilai Rp72.750.000.000.

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026