Kegiatan penghijauan yang merupakan implementasi dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT HM Sampoerna Tbk itu dilaksanakan di Desa Sambelia, 90 kilometer arah timur Kota Mataram, Kamis, dengan melibatkan ratusan orang warga desa setempat.
Manajer "Community Development" Nasional PT HM Sampoerna Tbk Arif Triastika mengatakan, kegiatan penghijauan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan sumber air di desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani (3.726 meter di atas permukaan laut).
"Penghijauan ini merupakan inisiatif masyarakat Desa Sambelia agar sumber mata air di desa mereka tidak mengalami penurunan debit dan tidak kering," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat sengaja memilih bibit pohon beringin yang ditanam di sekitar daerah aliran sungai, karena jenis pohon tersebut cepat tumbuh dan akarnya bisa menahan erosi serta tidak akan ditebang mengingat kayu beringin tidak bisa digunakan sebagai bahan bangunan maupun kayu bakar.
"Kami mengapresiasi ide masyarakat menanam pohon di sempadan sungai dan kami akan senantiasa mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Sampoerna bahwa dengan lingkungan yang asri dan nyaman, kesejahteraan masyarakat akan meningkat," katanya.
Ia mengatakan, tentunya ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya.
Dalam kegiatan penghijauan tersebut PT HM Sampoerna memberikan bantuan 2.000 bibit pohon beringin dan 1.000 bibit merupakan swadaya masyarakat.
Perusahaan rokok ini melaksanakan kegiatan penghijauan secara berkelanjutan sejak 2008 di Pulau Lombok dengan target 20 juta pohon hingga 2013.
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mendukung kegiatan penghijauan yang dilakukan PT HM Sampoerna bekerja sama dengan masyarakat dan LSM Transform.
"Kami mendukung kegiatan penghijauan yang dilaksanakan PT HM Sampoerna bersama LSM Transform dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di Lombok Timur. Peranserta dan kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan agar kolaborasi ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dalam acara penghijauan tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan "reservoir" atau bak penampung air yang dibiayai oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna untuk Indonesia (SUI).
Menurut data, luas lahan kritis di Kabupaten Lombok Timur tercatat 18.000 hektare lebih berada di dalam kawasan hutan dan 19.000 ha lebih di luar kawasan hutan. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026