Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. M. Muazzim Akbar, SIP, di Mataram, Sabtu, mengatakan, pihaknya mengakomodir semua kader potensial dalam kepengurusan DPW periode lima tahun berikutnya.
"Para tokoh sentral atau tokoh berpengaruh di berbagai kabupaten/kota juga dirangkul, dan sudah ada yang menyatakan kesediaannya," ujarnya.
Muazzim ditetapkan sebagai Ketua Formatur Terpilih hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) III PAN NTB, 18-19 Desember 2010, sekaligus ditetapkan sebagai Ketua DPW PAN NTB periode 2010-2015.
Penetapan Muazzim sebagai Ketua DPW PAN NTB itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Nomor: PAN/A/K-SJ/122/III/2011, yang ditandatangani Ketua DPP PAN Achmad Hafisz Tohir dan Sekretaris Jenderal DPP PAN Taufik Kurniawan, tertanggal 18 Maret 2011.
Kini, Muazzim tengah menyusun kepengurusan DPW PAN NTB beserta kader-kader pendukungnya yang antara lain merupakan para tokoh sentral di berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB.
Penyusunan kepengurusan DPW PAN NTB itu melibatkan pengurus DPP dan para kandidat yang bertarung dalam perebutan Ketua Formatur/Ketua DPW pada Muswil III PAN NTB, Desember lalu.
Selain Muazzim, kandidat dimaksud yakni H. Ali Ahmad, H. A. Jabir dan Diyanul Hayezi SE.
"Sesuai arahan DPP PAN, semua potensi kader diakomodasi dalam struktur kepengurusan, kemudian segera berkonsolidasi di tingkat wilayah (provinsi) hingga rayon (kecamatan dan desa)," ujarnya.
Muazzim mengakui, penyusunan kepengurusan DPW PAN NTB itu sudah hampir rampung dan akan segera diajukan untuk mendapat pengesahan dari DPP. Pelantikan pengurus DPW PAN NTB diagendakan April mendatang.
Menurut dia, tiga kandidat yang bertarung dalam Muswil III PAN NTB itu tetap menduduki jabatan strategis dalam kepengurusan partai, seperti Ali Ahmad yang menempati jabatan Sekretaris DPW, dan H. A. Jabir serta Diyanul Hayezi SE, yang menduduki jabatan Penasehat Majelis Pertimbangan Partai (MPP), bersama tokoh senior di DPW PAN NTB H. Mochtar.
"Itu arahan DPP demi tetap kompaknya seluruh kader-kader PAN NTB. Apalagi dalam kepengurusan DPW terdapat 15 ketua (wakil pelaksana) terdiri dari sembilan ketua bidang dan enam ketua bapilu sesuai dapil beserta sekretarisnya, sembilan bendahara dan ketua-ketua biro," ujarnya.
Para pengurus DPW PAN NTB periode 2005-2010 juga diberdayakan seperti Iwan Kurniawan SH sebagai salah satu ketua bidang. Iwan kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Dompu, sekaligus Ketua DPD PAN Dompu.
M. Hadi Sulton yang pada periode lalu menjabat Sekretaris DPW PAN NTB, juga sebagai salah satu ketua bidang. Sulton kini masih menjabat Ketua Fraksi PAN di DPRD NTB.
Demikian pula, Rizali Hadi yang juga anggota DPRD NTB dari Fraksi PAN, akan menduduki salah satu jabatan ketua bidang.
Muazzim menyebut sejumlah tokoh sentral yang masuk dalam kepengurusan DPW PAN NTB seperti H. Jamaludin Malik (Bupati Sumbawa) sebagai Ketua Bapilu Dapil Sumbawa, dan H. Syafruddin (Wakil Bupati Bima) sebagai salah satu ketua.
Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsju juga akan bergabung dengan PAN NTB meski belum secara resmi menyatakan kesediannya melalui pernyataan tertulis.
"Sejumlah tokoh sentral seperti TGH Munazib di Lombok Barat, TGH Hamid Faizal di Kota Mataram, Suminggah (pensiunan polri) di Lombok Tengah, dan Elyas Munir (mantan birokrat) sebagai pendatang baru juga dipastikan bergabung. Mantan Kepala Bappeda NTB DR H. Lalu Fatturahman juga akan bergabung," ujarnya.
Diakuinya, upaya menjaga kekompakan kader partai dan merangkul para tokoh sentral itu dimaksudkan untuk menggapai target PAN meraih posisi tiga besar perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang.
Pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, PAN hanya mampu menduduki posisi kelima dalam perolehan suara, berada di bawah Partai Golkar, PBB, PKS, dan Partai Demokrat.
Dengan posisi itu, PAN hanya mapu meloloskan empat wakilnya di DPRD NTB namun gagal merebut satu kursi pimpinan. (*/Devi)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026