Mataram, 4/4 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M. Zainul Majdi mengklaim, warga buta aksara di wilayah kepemimpinannya sampai akhir 2010 masih sebanyak 225.478 orang.

  "Jumlah warga buta aksara di 2009 sebanyak 417.937 orang, dan telah dibelajarkan secara serentak di kupaten/kota sehingga kini masih tersisa sebanyak 225.478 orang," kata Zainul saat menyampaikan Pidato Pengantar Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun Anggaran 2010 pada Sidang Paripurna DPRD NTB, di Mataram, Senin.

  Gubernur NTB periode 2008-2013 itu menjelaskan penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi NTB yang dibiayai dari APBD, yang mencakup urusan wajib dan urusan pilihan.

  Salah satu urusan wajib yakni penyelenggaraan bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB.

  Ia mengatakan, selama 2010 dialokasikan anggaran sebesar Rp22,580 miliar rupiah lebih, dengan realisasi keuangan sebesar Rp20,369 miliar rupiah lebih, dan realisasi fisik 98,06 persen.

  Jumlah program pokok yang selenggarakan sebanyak delapan program, seluruh program telah dilaksanakan dan direalisasikan sesuai target, untuk meningkatkan kualitas sumber SDM NTB dalam mensukseskan program Angka Buta Aksara Nol (Absano) dan Angka "drop Out" Nol (Adono).

  Menurut dia, keberhasilan program tersebut antara lain dapat dilihat pada Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar  35,25 persen di 2008/2009, yang meningkat menjadi 35,68 persen di 2009/2010.

  Demikian pula APK, Angka Partisipasi Murni (APM) maupun Angka Partisiasi Sementara (APS) yang juga mengalami peningkatan pada jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.

  "Dilihat dari tingkat kelulusan, terjadi peningkatan yang menggembirakan yaitu tingkat  kelulusan SMP/MTs  dari 91,62 persen di tahun ajaran 2008/2009 meningkat menjadi 99,55 persen di 2009/2010. Peningkatan kelulusan juga terjadi pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK," ujarnya.

  Zainul menyebut angka "drop out" murid SD/MI menurun dari 1,09 persen di tahun ajaran 2008/2009 menjadi 1,02 persen di tahun ajaran 2009/2010. Untuk jenjang pendidikan SMP/MTs dari 1,83 persen di 2008/2009 menurun menjadi 1,46 persne di  2009/2010. Penurunan angka "drop out" juga terjadi pada jenjang pendidikan SMA/MA/SMK.

  Khusus pelaksanaan program Absano, jumlah buta aksara pada 2009 tercatata sebanyak 417.937 orang, dan telah dibelajarkan secara serentak di kupaten/kota sebanyak 108.901 orang atau 26,10 persen.

  "Pada 2010 dibelajarkan sebanyak 83.558 orang, sehingga sisa yang dibelajarkan pada tahun berikutnya yakni 2011 dan 2012 sebanyak 225.478 orang," ujarnya.

  Versi Dinas Dikpora NTB,  ratusan ribu warga penyandang buta aksara itu, menyebar di enam kabupaten yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa dan Kabupaten Bima.

  Dua kabupaten dan dua kota di wilayah NTB dianggap telah terbebas dari belenggu buta aksara yakni Kabupaten Sumbawa Barat dan Dompu, dan Kota Mataram dan Kota Bima. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026