Mataram, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, mencatat Indeks Tendensi Konsumen pada triwulan I 2011 mencapai 101,21 persen,  atau masih berada di bawah nasional sebesar 102,42 persen.

   "Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di bawah nasional. Namun, berada di atas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hampir mendekati angka 100 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB H. Soegarenda, di Mataram (5/5).

   ITK adalah salah satu indikator perkembangan ekonomi terkini. ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen rumah tangga pada triwulan berjalan dan prakiraan pada triwulan mendatang.

   Ia menjelaskan, nilai ITK NTB triwulan I 2011 sebesar 101,21, artinya kondisi ekonomi konsumen mengalami perbaikan dibandingkan keadaan triwulan sebelumnya. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen terutama didorong oleh tingkat konsumsi makanan dan non makanan yang ditunjukkan oleh nilai indeks sebesar 104,13 persen.

   Terjadinya kenaikan harga pada barang kebutuhan sehari-hari, pengaruhnya kecil. Hal itu ditunjukkan oleh nilai indeks sebesar 100,94 persen. Adanya inflasi yang relatif rendah selama Januari hingga Maret 2011, tidak mengurangi tingkat konsumsi komoditi makanan dan nonmakanan.

   Ini terlihat dari nilai indeks tingkat konsumsi beberapa komoditi terutama makanan dan nonmakanan pada triwulan I 2011 yang mencapai 104,13 persen.

   "Peningkatan tingkat konsumsi terutama terjadi pada kelompok non makanan yang ditunjukkan oleh nilai indeks sebesar 107,50, sedangkan untuk kelompok makanan relatif tidak berpengaruh, hal ini ditunjukkan oleh indeks kelompok makanan yang hanya mencapai 100,24 persen," sebutnya.

   Jika dipilah berdasarkan kelompok pendapatan masyarakat, kata Soegarenda, nilai ITK pada kelompok pendapatan masyarakat di bawah Rp2 juta per bulan mencapai 95,59 persen, yang artinya kondisi ekonomi konsumen menurun dibandingkan triwulan IV 2010.

   "Sementara pada kelompok pendapatan masyarakat di atas Rp2 juta per bulan, nilai ITK mencapai 102,73, yang artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dibandingkan triwulan sebelumnya," katanya.

   Ia memperkirakan ITK NTB pada triwulan II 2011 mencapai 105,37 persen, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan membaik.

   Tingkat optimisme konsumen diperkirakan juga akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2011.

   Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II 2011 didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan rencana pembelian barang tahan lama.

   Perkiraan peningkatan pendapatan rumah tangga pada triwulan II 2011 terjadi pada semua kelompok pendapatan rumah tangga, sedangkan rencana pembelian barang tahan lama peningkatannya pada triwulan II 2011 hanya terjadi pada kelompok rumah tangga berpendapatan Rp2 juta ke atas.

   "Perkiraan keadaan ekonomi NTB pada triwulan II 2011 sebesar 105,37 persen, masih berada di bawah angak nasional sebesar 113,14 persen," kata Soegarenda.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026