Mataram, (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat H Soegarenda menegaskan sensus ternak besar tidak ada kaitannya dengan retribusi sehingga peternak tidak perlu takut memberikan keterangan kepada petugas. "Masyarakat jangan khawatir dengan sensus ternak besar, pemerintah hanya akan menarik pajak maupun retribusi dari peternak yang memiliki sapi atau kerbau cukup banyak," katanya di Mataram (3/6). Ia mengatakan, kegiatan sensus ternak ruminansia (sapi dan kerbau) yang dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian bertujuan untuk mengetahui berapa populasi sapi dan kerbau yang sebenarnya di Indonesia. "Sensus ini juga erat kaitannya dengan impor daging sapi Indonesia yang jumlahnya masih relatif tinggi," ujarnya. Menurut Soegarenda, pendataan ternak ruminansia dengan metode sensus yang sudah dimulai sejak 1 Juni dan akan berakhir 30 Juni 2011 lebih sulit dibandingkan dengan sensus penduduk. Kesulitan sensus ternak berupa sapi perah, sapi potong dan kerbau bisa terjadi karena para peternak enggan menyebutkan jumlah sapi dan kerbau yang sebenarnya. "Kondisi itu memungkinkan petugas harus bekerja ekstra untuk meyakinkan para peternak, bahwa sensus ternak tahun ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan penarikan retribusi," ujarnya. Ia juga memperkirakan persoalan sulitnya melakukan pendataan akan terjadi di Pulau Sumbawa, karena di daerah itu satu kepala keluarga bisa memiliki ratusan ekor ternak sapi maupun kerbau yang dipelihara secara liar atau tanpa dikandangkan. "Pemeliharaan sapi dan kerbau di Pulau Sumbawa yang dilepas bebas bisa menjadi salah satu kendala. Petugas kemungkinan tidak bisa melihat langsung ternak yang akan didata. Tetapi kami berharap peternak bisa memberikan keterangan yang sebenarnya," kata Soegarenda. Kepala Bidang Statistik Produksi BPS NTBAnas, mengatakan, sensus ternak besar di NTB membutuhkan biaya sebesar Rp3,7 miliar. Dana miliaran rupiah yang diterima dari Kementerian Pertanian itu dialokasikan untuk pengadaan bahan dan alat pendukung sensus serta membiayai honor petugas. "Jumlah petugas yang akan dilibatkan sebanyak 1.981 orang yang terdiri atas petugas cacah lapangan sebanyak 1.560 orang, pengawas 305 orang dan koordinator statistik kecamatan 116 orang," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026