Hal itu disampaikan Presiden Direktur dan CEO PTFI, Ir Armando Mahler di Timika, Kamis (12/3) setelah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Dr Ir.Erman Suparno menyerahkan sertifikat kepada 150 orang peserta program magang yang telah belajar selama tiga tahun di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN).
Seperti diketahui bersama bahwa pada saat ini PTFI, sebagaimana perusahaan tambang mineral pada umumnya di Indonesia dan dunia, dihadapkan pada kondisi yang sangat sulit dengan jatuhnya harga komoditas.
Dalam upaya responsif guna menanggulangi krisis ini, manajemen PTFI sudah melakukan segala upaya untuk mengurangi biaya operasional dan non-operasional.
"Pada saat ini terdapat sekitar 300 proyek yang sudah dicanangkan di hampir semua divisi dan departemen untuk penghematan biaya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun satu hal yang bisa kami sampaikan adalah walaupun krisis saat ini berdampak besar terhadap perusahaan, PTFI tidak mengurangi anggaran yang sudah dicanangkan untuk pengembangan SDM di IPN," katanya.
PTFI masih terus melanjutkan komitmen untuk pengembangan tenag-tenaga siap pakai di industri tambang dan khususnya tenaga-tenaga lokal Papua.
"Komitmen ini sudah kami buktikan dengan jumlah investasi yang kami tanamkan sejak IPN didirikan pada tahun 2003 sampai 2008 yang sudah melampaui 41 juta dolar AS," kata Armando Mahler.
Armando mengatakan, seperti yang pernah diungkapkan John F.Kennedy, mantan Presiden AS, bahwa "Krisis" jika ditulis dalam bahasa Cina terdiri atas dua karakter, yang satu mempresentasikan bahaya dan yang lainnya adalah peluang.
"Kami melihat kondisi krisis saat ini merupakan peluang yang jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan," katanya.
Selain pendidikan beberapa bidang mendasar sesuai dengan komitmen PTFI lainnya yang tidak mengalami pengurangan biaya adalah keselamatan kerja, lingkungan dan pengembangan komunitas.
Menurut Armando, saat ini sudah lebih dari 2500 tenaga magang yang dididik di IPN termasuk di dalamnya adalah renaga magang dari BHP Billiton.
Dalam upaya melakukan diversifikasi, saat ini juga sudah ada puluhan peserta program magang wanita yang dilatih di IPN. Sertifikasi terus dilakukan di bidang keahlian masing-masing misalnya dengan Caterpillar dan Redpath serta akreditasi RTO di Australia.
Selain program yang bersifat vocational seperti pelatihan tenaga pengelas, underground dan surface miner, serta operator peralatan berat, IPN juga bekerjasama dengan Politeknik Negeri Semarang dalam Program Administrasi Niaga D3 dan Institut Teknologi Bandung dalam Program MBA untuk karyawan.
Lulusan IPN sudah menempati posisi-posisi operasional di PTFI dan bahkan sudah ada beberapa yang direktur sebagai tenaga instruktur.
Sebagai supplier tenaga kerja trampil, ke depannya, IPN akan bekerjasama dengan perusahaan lainnya di Indonesia untuk memperluas akses ke permintaan tenaga kerja trampil dari IPN.
Seperti kita ketahui bahwa Gubernur Papua Barnabas Suebu sudah mencanangkan program-program yang agresif untuk memajukan sumber daya manusia di Papua khususnya di bidang pendidikan.
"Pengembangan pendidikan ini merupakan satu bagian dari tiga strategi pengembangan mendasar yang mencakup gizi dan kesehatan. Program seribu PhD, Papua Knowledge Center dan Olimpiade Sains merupakan beberapa contoh program yang sudah dicanangkan Gubernur Barnabas Suebu belum lama ini," kata Armando Mahler.
PTFI telah secara aktif mendukung Pemerintah Daerah Papua dalam pembentukan Papua Knowledge Center yang saat ini sudah dalam proses pengembangan data dasar Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua dan terus bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Daerah, Universitas Cenderawasih dan Pemda dalam konseptualisasi kegiatan Olimpiade Sains se-Papua yang rencananya dilakukan pada Oktober 2009 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Dalam konteks penyebaran ilmu pengetahuan, PTFI juga secara aktif terus mendukung penerbitan buku ilmiah maupun ilmiah populer.
Conquest of Copper Ore Mountain, Grasberg, Dari Grasberg Sampai Amamapare, Planning Standard Manual Tambang terbuka, Mengenal Papua hingga tujuah seri buku mengenai biodiversity di Papua merupakan beberapa contoh buku yang sudah diluncurkan PTFI dan mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026