Mataram, 1/7 (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat meningkatkan kreatifitas dalam mempromosikan potensi pariwisata agar Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target satu juta wisatawan dapat dicapai.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Awan Aswinabawa, di Mataram, Jumat, mengatakan, sejauh ini porsi kegiatan promosi pariwisata NTB di dalam negeri mencapai 85 persen.
"Sisanya atau 15 persen merupakan kegiatan promosi di luar negeri, seperti yang dilakukan di Cina dan Hongkong serta AS beberapa waktu lalu," ujarnya.
BPPD merupakan lembaga baru yang dibentuk dengan Surat Keputusan Gubernur NTB, sebagai pengganti Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa (BPPLS) atau yang lebih dikenal dengan Lombok Sumbawa Promo (LSP) yang dibubarkan karena kepengurusannya bermasalah.
Salah satu masalah yang mencuat yakni keterlibatan pejabat daerah dalam kepengurusan Badan Promosi Pariwisata NTB itu sehingga dianggap menyalahi aturan yang berlaku.
Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata, yang antara lain melarang pejabat daerah terlibat dalam kepengurusan badan promosi daerah itu. Karena itu, dibentuk BPPD yang betugas membantu pemerintah daerah mempromosikan pariwisata NTB.
Pemerintah Provinsi NTB kemudian mengalokasikan dana promosi pariwisata tahun anggaran 2010 sebesar Rp1,65 miliar yang pengelolaannya diserahkan kepada BPPD.
Dana promosi pariwisata yang bersumber dari APBD 2010 itu, dialokasikan dalam dua tahapan masing-masing Rp250 juta dari APBD murni dan Rp1,4 miliar dari APBD perubahan.
Dukungan anggaran untuk BPPD NTB di 2011 mengalami peningkatan karena total anggaran program VLS 2012 untuk promosi pariwisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTB juga bertambah menjadi Rp7,5 miliar dari sebelumnya hanya sebesar Rp1,5 miliar.
Awan mengatakan, untuk peningkatan promosi pariwisata di 2011 pihaknya menjalin koordinasi dengan biro perjalanan wisata dari berbagai kota pariwistaa di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan kota lainnya di Pulau Jawa.
Jalinan kerja sama antarbiro perjalanan wisata itu diharapkan makin memudahkan wisatawan berkunjung ke wilayah NTB, setelah lebih dulu berada di kota-kota besar di Pulau Jawa itu.
BPPD NTB pun telah menempatkan perwakilan di Queensland, Australia bagian timur dan Soul Korea Selatan untuk membantu mempromosikan potensi pariwisata unggulan.
Kedua perwakilan BPPD NTB itu masing-masing John Forsyth di Queensland Australia dan Tony Hwang di Soul, Korea Selatan.
"Kami juga membina hubungan baik dengan berbagai media massa untuk terus mempublikasikan potensi wisata NTB," ujarnya. (*)