Dompu, NTB 14/7 (ANTARA) - Situasi di lokasi Pondok Pesantren Khilafiah Umar Bin Khatab di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat mulai normal.
Polisi hingga Kamis siang masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan.
Kapolres Bima AKBP Fauzan Barito yang dihubungi di TKP, Kamis belum bisa memberi pen jelasan soal hasil olah TKP peledakan baik yang terjadi pada Senin (11/7) maupun 12 ledakan lainnya pada Rabu (13/7) petang.
"Tim forensik sedang bekerja sehingga belum bisa disimpulkan apakah ledakan itu berasal dari bom rakitan atau ledakan lain," katanya.
Saat ini, kata Kapolres, kondisi pesantren Khilafiah Umar bin Khatab lengang karena tanpa penghuni. Para santri dan pengurus pesantren sudah meninggalkan pesantren pasca 12 kali ledakan kemarin petang.
Polisi memasang garis polisi untuk menghindari adanya warga yang masuk untuk mengacaukan upaya penyelidikan.
Di lokasi kejadian hanya tampak penyidik dari Polres Bima dan Polda NTB yang melakukan oleh TKP.
Tim Densus 88 Mabes Polri sudah ditarik sementara penjagaan dilakukan oleh anggota Dalmas Polres Bima dan Brimob Polda NTB dari Kesatriaan Bima.
Pantauan ANTARA di lokasi kejadian, tampak salah satu ruangan pimpinan pesantren Umar Bin Khatab Ustadz Muhammad yang terbakar. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WITA itu melalap tempat tidur dan lemari di kamar tersebut. Warga berhasil memadamkan api sebelum menjalar ke ruangan lain.
Sofyan, warga Desa Sanolo ima, menduga kebakaran itu sengaja dilakukan oleh oknum santri untuk membenturkan warga dengan polisi yang sedang melakukan olah TKP.
"Untungnya warga tidak terprovokasi dan lebih membantu polisi mengungkap kasus ini," katanya.
Selain aparat kepolisian, warga sekitar pesantren juga melakukan pengamanan swakarsa untuk mengatisipasi segala kemungkinan yang terjadi.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026