Mataram, 18/10 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memprogramkan mega minapolitan Teluk Saleh, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, untuk menjadi kawasan industri maritim terpadu.

  "Kami sudah koordinasikan dengan pusat untuk mengembangkan mega minapolitan di Teluk Saleh dan direspons secara baik," kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir, di Mataram, Selasa.

  Teluk Saleh meliputi wilayah perairan Empang, Plampang, Lape/Lopok dan Moyo Hilir di Kabupaten Sumbawa. Sebagian wilayah Teluk Saleh berada di Kecamatan Manggelawa dan Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

  Badrul mengatakan, rencana pengembangan Teluk Saleh menjadi kawasan mega minapolitan industri maritim terpadu itu sudah diprogramkan untuk beberapa tahun anggaran, yang akan dimulai pada 2012.

  Minapolitan merupakan kerangka berpikir dalam pengembangan agribisnis berbasis perikanan di suatu daerah, atau suatu wilayah yang berisi sistem agribisnis berbasis perikanan dengan penggeraknya usaha agribisnis.

  Namun, keberhasilan pengembangan minapolitan sangat ditentukan ketika memilih pusat-pusat usaha perikanan lalu diciptakan sistem agribisnis di dalamnya sehingga bisnisnya akan berkembang.

  "Kami (NTB, Red) melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof DR Rokhmin Dahuri, MS dan sejumlah peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk membantu mengembangkan kawasan mega minapolitan di Teluk Saleh itu," ujarnya.

  Menurut dia, penyusunan Kawasan Perencanaan dan Pengelolaan (KPP) perairan guna menata pengelolaan perikanan di perairan Teluk Saleh, sudah dilakukan hingga diketahui potensi nilai produksi agribisnis perikanan sekitar Rp11,6 triliun pertahun.

  Nilai produksi itu diharapkan bersumber dari udang, rumput laut dan ikan kerapu serta dari keragaman ikan bersirip yang banyak dijumpai dikawasan itu. 

  "Untuk tahap awal ditargetkan nilai produksi sekitar 1,4 triliun pertahun, dan memang KPP Teluk Saleh itu merupakan salah satu kawasan perairan yang memiliki potensi bagi pengembangan pelestarian sumber daya perikanan dalam jumlah yang memadai," ujarnya.

  Pemprov NTB, kata Badrul, juga telah menyusun rencana tata ruang KKP Teluk Saleh, sehingga tinggal mengisi ruang pengembangan kawasan industri maritim terpadu itu.

  Pengembangan Teluk Saleh itu juga merupakan bagian dari upaya mengoptimalisasi potensi ekonomi di kawasan selatan NTB. Bukan hanya Teluk Saleh yang akan ditata, tetapi juga Teluk Awang dan daerah lainnya di kawasan selatan itu. 

Teluk Saleh di sekitar Kecamatan Manggelawa dan Kecamatan Kempo, Dompu, misalnya, cocok untuk pengembangan berbagai komoditi kelautan, seperti budidaya rumput laut, budidaya ikan kerapu, dan komiditi penting lainya seperti ikan flagis kecil dan besar, lemuru, hiu, lumba - lumba hingga beragam terumbu karang.

  Namun, masih sedikit masyarakat yang memanfaatkan sumber daya laut itu dan masih tradisional. Warga Pulau Bajo, Soro, Lara, dan Napa telah membudidayakan rumput laut, namun belum menjadikan sebagai usaha andalan.

  "Peran serta semua pihak sangat diperlukan agar potensi penggerakan ekonomi kerakyatan yang dimiliki itu dapat dimanfaatkan hingga masa mendatang," ujarnya. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026