Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbawa Barat H Hamzah di Taliwang, Selasa, mengatakan, kunjungan kerja (kunkrer) dam bimbingan teknis (bimtek) yang diagendakan Badan Musyawarah (Bamus) terhitung belasan kali selama 2011.
Ia mengatakan, dana sebesar Rp10 miliar lebih itu sebanyak Rp9,39 miliar diantaranya untuk kunjungan kerja dan Rp1,38 miliar untuk biaya mengikuti bimtek.
"Hingga kini realisasinya sebesar Rp6 miliar untuk kunjungan kerja dan biaya mengikuti mimtek Rp944 juta," katanya.
Menurut dia, seluruh agenda tersebut dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan untuk peningkatan kapasitas dewan, baik untuk konsultasi ke Kementerian dan bimbingan ke lembaga pelatihan di Jakarta. Kunker tersebut kebanyakan dilakukan untuk memperjuangkan divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara belum lama ini.
Mengenai agenda pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda), Hamzah mengatakan, selama 2011 DPRD Sumbawa Barat telah menyelesaikan pembahasan 17 raperda.
Di penghujung tahun 2011 DPRD Sumbawa Barat membahas 31 Ranperda, 27 diantaranya mengenai pemekaran desa dan empat lainnya merupakan inisiatif DPRD khususnya yang menyangkut pajak dan retribusi daerah.
Total anggaran di Sekretariat Dewan (Stwan) DPRD Sumbawa Barat dalam APBD murni, sebesar Rp9 miliar lebih. Kemudian dalam APBD Perubahan ditambah Rp6,3 miliar.
Selian anggaran untuk Kuker dan Bimtek DPRD Sumbawa Barat juga menerima anggaran khusus untuk Panitia Khusus (Pansus), seperti Pansus Tenaga Kerja, Pansus Konsentrat dan Pansus Tailing.
"Ketiga Pansus itu telah tuntas dan sudah dalam tahap penyampaian laporan di hadapan sidang paripurna," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026