Mataram, 28/11 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, mendukung DR Zulkieflimansyah SE MSc, untuk menjadi Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara, menggantikan Martiono Hadianto, yang akan segera pensiun dari jabatan itu.

  "Saya apresiasi terhadap aspirasi masyarakat untuk mendukung Zulkieflimansyah, dan saya mendukungnya," kata Zainul, di Mataram, Senin, ketika dimintai tanggapannya terkait semakin menguatnya aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap Zulkieflimansyah untuk menduduki jabatan Presiden Direktur (Presdir) PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT).

  Zulkieflimansyah merupakan putra daerah NTB yang lahir di Sumbawa, 18 Mei 1972, yang kini berkecimpung di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

  Di DPR periode 2009-2014, Doktor lulusan Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, itu berkecimpung di Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup.

  Menanggapi pertanyaan bahwa mungkinkah putra daerah NTB memimpin PTNNT, Gubernur NTB periode 2008-2013 yang juga mantan anggota Komisi X DPR itu, mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak mungkin.

  "NTB punya SDM kapabel, dan aspirasi untuk DR Zulkieflimansyah makin menguat," ujar gubernur dari kalangan tokoh agama kharismatik itu.

  Kendati demikian, Zainul belum menjelaskan lebih jauh alasan mendasar bagi Zulkieflimansyah untuk menduduki jabatan Presdir PTNNT itu, mengingat komposisi saham Pemerintah Daerah NTB beserta investor mitranya di PTNNT hanya 24 persen.

  Dengan komposisi saham seperti itu, NTB hanya boleh memiliki seorang direktur dan dua orang komisaris. Setiap 20 persen saham di PTNNT, dijatahkan seorang direktur dan dua orang komisaris.

Jika NTB menguasai 31 persen saham PTNNT apabila berhasil mengakuisisi tujuh persen saham divestasi terakhir yang tengah diperjuangkan, maka NTB berpeluang memiliki dua direktur dan tiga komisaris.

  Sesuai Kontrak Karya (KK), PTNNT berkewajiban mendivestasikan 51 persen sahamnya kepada pihak nasional yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun perusahaan nasional.

  Sampai 2010, NTB beserta mitra investornya yakni PT Multicapital (anak usaha  PT Bumi Resources Tbk), telah menguasai 24 persen persen PTNNT yang nilainya mencapai 867,23 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp8,6 triliun.

  Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat serta Sumbawa membentuk PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang kemudian bermitra dengan PT Multicapital (anak usaha  PT Bumi Resources Tbk) untuk mengakuisisi saham Newmont jatah divestasi itu, hingga menguasai 24 persen.

  PT Pukuafu Indah yang semula menguasai 20 persen saham PTNNT kemudian menjual sebanyak 2,2 persen sahamnya kepada PT Indonesia Masbaga Investama (IMI) sehingga kini PT Pukuafu Indah hanya menguasai 17,8 persen.

  Sedangkan saham yang dimiliki dimiliki Nusa Tenggara Partnership, tinggal 49 persen dari semula 80 persen yang terdiri dari 45 persen saham milik Newmont Indonesia Limited (NIL) dan 35 persen milik Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) Sumitomo.

  Informasi yang dihimpun ANTARA dari berbagai sumber, kini dukungan untuk Zulkieflimansyah menjadi Presdir PTNNT makin menguat. Selain dari kalangan politisi, juga dari pegiat lembaga swadaya masyarakat dan kepala daerah di Pulau Sumbawa.

  Pegiat LSM itu antara lain Institut Transpransi Kebijakan (ITK) Kabupaten Sumbawa Barat. Pendukung lainnya yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Profesor Dr H M Din Syamsuddin, anggota DPR Fahri Hamzah, Syafruddin ST, Rahmat Hidayat dan Harun Alrasyid, dan tokoh masyarakat NTB yang berdomisili di wilayah NTB maupun luar daerah.

  Sultan Sumbawa XVII Muhammad Kaharuddin IV, juga telah menyatakan dukungannya terhadap Zulkieflimansyah untuk menjadi Presdir PTNNT. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026