Mataram, 16/12 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi memaparkan keberhasilan pembangunan selama tiga kepemimpinannya sejak 17 September 2008, saat menyampaikan pidato pada rapat paripurna istimewa DPRD, di Mataram, Jumat malam.

  Rapat paripurna istimewa itu digelar untuk memeringati HUT ke-53 Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, 17 Desember 2011. Namun, tidak dihadiri oleh lima orang anggota DPRD NTB dari Fraksi PDI Perjuangan yang memilih "walkout" terkait mosi tidak terpacaya terhadap Ketua DPRD NTB H Lalu Sujirman.

  "Pada kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan berbagai keberhasilan, kemajuan, dan perkembangan, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, sesuai visi dan misi RPJMD Pemerintah Provinsi NTB tahun 2009-2013," ujarnya diawal pidatonya.

  Ia mengatakan, penilaian keberhasilan dari visi dan misi ini diukur melalui 65 indikator kinerja pembangunan yang mewakili masing-masing visi dan misi.

  Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh bahwa 75 persen dari indikator tersebut tercapai, sedangkan 25 persen yang belum dapat ditetapkan capaiannya karena hasil pengukurannya baru dapat diketahui pada akhir tahun.

  Sampai September 2011, beberapa catatan positif yang dicapai diantaranya penanganan penderita HIV/AIDS dapat mencapai 100 persen dari target 85 persen pada 2011.

  Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,42 persen dari target 6,25 persen, peningkatan populasi sapi mencapai 706.451 ekor dari target 780.724 ekor diakhir tahun 2011, dan produksi jagung telah melampaui terget dari tahun 2011.

  Sementara produksi rumput laut dari target 500 ribu ton tercapai 87 persen, cadangan pangan telah melampaui target di tahun 2011 yakni sebanyak 1.310,19 ton, dan upaya penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan sosial terus dilakukan secara konsisten sebagai penjabaran dari RPJMD 2009-2013.

  Zainul mengemukakan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan berbasis empat klaster yakni pemberdayaan berbasis rumah tangga, berbasis kelompok masyarakat, berbasis unit usaha, dan program pendukung lainnya.

  "Dari upaya tersebut telah berhasil menurunkan angka kemisikinan 1,82 point dari 21,55 persen pada tahun 2010 menjadi 19,73 persen pada tahun 2011 atau tersisa 894.770 jiwa dari jumlah penduduk miskin nusa tenggara barat tahun 2010 sebanyak 1.009.352 jiwa," ujarnya.

  Prestasi dalam menurunkan angka kemiskinan itu, kata Zainul, merupakan ikhtiar dan wujud keberhasilan bersama antara eksekutif, legislatif, pihak swasta, masyarakat, dan "stakeholders" lainnya. 

  Demikian pula tingkat pengangguran telah berhasil diturunkan dari 6,48 persen dari tahun 2007 menjadi 5,29 persen pada tahun 2011, yang memberikan optimisme pada pencapaian target 2013 sebesar 5,0 persen.

  "Keberhasilan-keberhasilan tersebut dilanjutkan dengan program pemberdayaan masyarakat, pijar berbasis industri olahan, perluasan wirausaha baru, perluasan cakupan kur, luep, mandiri pangan, perbaikan rumah kumuh, pembangunan pusat-pusat pemasaran produksi pertanian," ujarnya.

  Upaya lainnya yakni meningkatkan produksi pertanian melalui PNPM infrastruktur pedesaan, dan penyelesaian berbagai persoalan menyangkut ketenagakerjaan sebagai salah satu peluang dalam pengurangan angka pengangguran. 

  Selain itu, keuletan dan kerja keras yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat NTB, akhirnya NTB mewujudkan pembangunan infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Lombok  dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya.

  Pemprov NTB juga berupaya mempercepat penyelesaian PLTU batubara di Lombok, percepatan pembangunan jalan nasional dan provinsi baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pelabuhan dan dermaga, serta mendorong percepatan penetapan kawasan-kawasan strategis andalan di wilayah Provinsi NTB.

  Kawasan strategis itu, antara lain kawasan Mandalika Resort, kawasan Teluk Saleh di Pulau Sumbawa dan kawasan lainnya.

  "Semua itu merupakan wujud dan ikhtiar kita bersama untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026