Pemkab Lombok Timur-BCA menggelar operasi katarak

id BCA,RSUD Lombok Timur,Operasi Katarak

Pemkab Lombok Timur-BCA menggelar operasi katarak

Seorang warga lanjut usia menjalani operasi katarak. (ANTARA/HO-BCA)

Lombok Timur (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur, Rumah Sakit Mata Nusa Tenggara Barat (NTB), dan RSUD Lombok Timur mengadakan bakti sosial operasi katarak di RSUD Lombok Timur, dalam rangka membantu masyarakat mencegah gangguan penglihatan sehingga dapat beraktivitas secara normal. 

Bakti sosial operasi katarak tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak 2001 pada hampir seluruh wilayah di Tanah Air. 

Kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dibuka oleh Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmi, Kadinkes Lombok Timur dr. H. Pathurrahman, SKM., M.AP, Kepala KCU BCA Cakranegara Indrawanto Sahama, Direktur Rumah Sakit Mata Nusa Tenggara Barat dr. Sriana Wulansari, Sp.M dan Direktur RSUD Lombok Timur dr. Syarif Hidayatulloh, Sp.B  Sabtu (16/7). 

Operasi katarak di Propinsi NTB ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 15 Juli hingga 16 Juli 2022. Di awal tahun 2022, BCA telah berhasil menggelar kegiatan operasi katarak di RSUD Asih Husada Langensari, Banjar dengan 241 peserta dan RSUD Bhayangkara Sartika Asih Bandung sebanyak 188 pasien. 

Kepala KCU BCA Cakranegara Indrawanto Sahama mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen hadir di sisi masyarakat dalam segala aspek, salah satunya di bidang kesehatan. 

Sejak tahun 2001, BCA ingin memberikan kontribusi pada penurunan jumlah kebutaan akibat penyakit katarak di Indonesia agar terus berkurang dari waktu ke waktu.

Seperti diketahui bersama bahwa mata adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang sangat krusial, maka BCA secara konsisten melakukan operasi katarak bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di kawasan tak tersentuh layanan kesehatan dengan optimal. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), tahun 2014 hingga 2016 oleh Perdami dan Badan Litbangkes Kemenkes menunjukan bahwa angka kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen dan sebanyak 81 persen disebabkan oleh katarak. Mencermati angka tersebut, tentunya telah menjadi tanggung jawab berbagai pihak untuk bersama mencegah terjadinya kebutaan akibat katarak. 

Operasi ini pun turut melibatkan 5 dokter spesialis mata yang didampingi oleh asisten dokter dan pendukung untuk menangani 295 pasien. Di sisi lain, BCA juga memberikan dukungan penyediaan alat-alat operasi untuk SPBK PERDAMI, dan beberapa Perdami Cabang untuk mempercepat pemberantasan buta katarak. 

Pada tahun 2019, BCA juga telah menyumbang donasi 1 buah mikroskop dan instrumen katarak kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat, donasi 1 buah mikroskop kepada Perdami Cabang DKI Jakarta, dan dukungan pembelian donasi 1 mesin phacoemulsifikasi kepada perwakilan Perdami Cabang Riau.

Direktur RSM Nusa Tenggara Barat dr. Sriana Wulansari, Sp.M mengucapkan  terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya pada BCA yang telah aktif membantu menurunkan angka kebutaan di NTB, khususnya di Lombok Timur.

"Semoga kerjasama ini tetap berlanjut dan semoga Bakti BCA ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk membantu masyarakat yang buta," ujarnya.

EVP CSR BCA Inge Setiawati mengatakan upaya mengurangi jumlah pasien buta akibat katarak merupakan pekerjaan rumah seluruh pihak, tak terkecuali BCA.

Oleh sebab itu, BCA bekerja sama dengan berbagai pihak baik Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami) sejak tahun 2001, sejak 2017 dengan Kick Andy Foundation dan kali ini dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur, RS Mata Nusa Tenggara Barat dan RSUD Lombok Timur untuk mengadakan operasi katarak secara berkelanjutan. 

"Kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dilakukan secara gratis. Harapan kami, BCA dapat terus menjangkau wilayah-wilayah yang masyarakatnya membutuhkan pertolongan dalam rangka mengurangi jumlah kebutaan akibat katarak," kata Inge.
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2022