BP2MI mempertemukan agen penempatan pekerja migran

id penempatan pekerja migran,EBM Bali,BP2MI

BP2MI mempertemukan agen penempatan pekerja migran

Plt Sekretaris Utama BP2MI Irjen Pol. Achmad Kartiko (kanan) memukul gong untuk menandai pembukaan Employment Business Meeting (EBM) di Badung, Bali, Senin (25/7/2022). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Badung (ANTARA) - Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mempertemukan agen-agen penempatan pekerja migran dari dalam dan luar negeri dalam Employment Business Meeting yang berlangsung 25 sampai 27 Juli 2022 di Badung, Bali.

Saat membuka Employment Business Meeting (EBM) di Badung, Senin, Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BP2MI Irjen Pol. Achmad Kartiko mengemukakan bahwa EBM merupakan bagian dari upaya strategis BP2MI untuk memperluas peluang pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

"Ini sarana mempertemukan agency (agen) di luar negeri dengan perusahaan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) di Indonesia. Kemudian, kami juga melihat peluang-peluang kerja yang akan dan sudah dirintis kantor perwakilan kami di luar negeri," katanya.

Dia berharap pertemuan para pemangku kepentingan terkait penempatan pekerja migran Indonesia dalam EBM di Bali membuahkan kesepakatan kerja antara agen penyalur di dalam negeri dan agen penyedia pekerjaan di luar negeri.

Baca juga: BP2MI NTB fasilitasi pemulangan belasan CPMI hasil pencegahan di Kepri
Baca juga: 15 warga NTB berpeluang kerja sebagai tenaga kesehatan di Jerman


"EBM ini menjadi ajang terbaik mencari supply (persediaan) calon PMI terbaik dari beberapa sektor yang akan mendukung bisnis Anda," katanya. "Izinkan saya meyakinkan Bapak, Ibu, khususnya para calon employer (pemberi kerja) dan international employment agency (agen penyedia kerja internasional) bahwa dengan berbekal kompetensi dan pengalaman kerja, Indonesia negara yang pantas menjadi sumber supply berkualitas, karena kami mempersiapkan calon PMI dengan sebaik-baiknya," ia menambahkan.

Saat menyampaikan arahan Kepala BP2MI Benny Rhamdani pada pembukaan pertemuan, dia juga mengatakan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri merupakan bagian dari upaya pengurangan pengangguran dan penambahan devisa dari remitansi.

Menurut BP2MI, Indonesia telah mengirim 75.929 pekerja ke 69 negara. Angka itu masih jauh lebih rendah dibandingkan angka penempatan pekerja di luar negeri yang bisa mencapai sekitar 270.000 orang per tahun sebelum masa pandemi COVID-19.