Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial (Banjamsos) Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) NTB Ruslan di Mataram, Jumat, mengatakan, sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru mengalami air bersih akibat musim kemarau 2012, sehingga terpaksa dibantu dengan air yang diangkut dengan mobil tangki.
"Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga desa yang mengalami krisis air bersih terutama menghadapi Lebaran 1433 Hijriyah, taruna siaga bencana (Tagana) diterjukan untuk mengangkut air dengan mobil tangki mulai Jumat (3/8) hingga malam takbiran nanti," ujarnya.
Ia mengatakan, air bersih itu akan diangkut ke 75 titik dengan dua unit mobil tangki air guna membantu warga sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru yang mengalami kesulitan air bersih.
Karena itu, kata Ruslan, masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kesulitan air bersih termasuk dalam menghadapi Idul Fitri 1433 Hijriyah, karena petugas Tagana akan terus mendistribusikan air hingga malam takbiran.
Menurut dia, dua hari setelah Lebaran atau H+2 kembali didistribusikan air ke sejumlah desa yang dilanda krisis air bersih terutama di Lombok Timur bagian selatan.
"Saat ini permintaan air bersih baru dari Desa Pemongkong di Kecamatan Jerowaru, karena Pemkab Lombok Timur sudah kewalahan melayani permintaan air bersih yang terus meningkat pada pertengahan bulan puasa Ramadhan," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk membantu air bersih bagi warga Desa Pemongkong pihaknya akan mengerahkan dua unit mobil tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Puncak krisis air bersih di sejumlah desa di Pulau Lombok akibat kemarau 2012 diprediksikan terjadi pada pertengahan puasa Ramadhan atau Agustus hingga September 2012.
Ia mengatakan, pihaknya akan membantu pemerintah kabupaten mendistribusikan air bersih sekitar 1,05 juta liter air untuk warga desa yang mengalami kesulitan air tersebut.
"Air bersih tersebut untuk membantu 14.223 kepala keluarga (KK) atau 50.000 jiwa penduduk yang tersebar di 64 dusun, 22 desa dan 11 kecamatan di Pulau Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara," katanya.
Permintaan air bersih itu, menurut dia, akan semakin meningkat menjelang Idul Fitri. Bahkan petugas mendistribusikan air sampai dua hari menjelang Lebaran (H-2), karena saat itu masyarakat membutuhkan air bersih untuk keperluan memasak dan minum menyambut Lebaran. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026