Mataram, 1/3 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi mempromosikan 140 pejabat dalam kebijakan mutasi sebanyak 153 orang pejabat eselon II, III dan IV di lingkup pemerintah provinsi.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 153 pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berlangsung di Mataram, Jumat.
Sebanyak 153 orang pejabat yang dimutasi itu, terdiri dari 90 orang perempuan (58,82 persen) dan 63 orang laki-laki (41,18 persen), terdiri dari tiga pejabat eselon II, 48 pejabat eselon III dan 102 pejabat eselon IV.
Dari 153 pejabat yang dimutasi itu, sebanyak 140 orang pejabat menempati jabatan yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya, dan 13 orang hanya bergeser ke jabatan setingkat atau sering disebut mutasi biasa.
Dari 140 orang pejabat yang menempati jabatan promosi itu sebanyak tiga di level eselon II, 41 orang dilevel eselon III dan 96 orang level eselon IV.
Sedangkan 13 orang pejabat yang hanya bergeser pada level jabatan setingkat, masing-masing sebanyak tujuh orang pejabat eselon III dan enam orang eselon IV.
Pada kesempatan itu, Gubernur NTB periode 2008-2013 yang akan bertarung lagi untuk periode keduanya pada 13 Mei 2013 itu, mengatakan, sebagian besar dari 153 pejabat yang dimutasi itu menempati jabatan promosi dari jabatan sebelumnya.
Pejabat eselon II yang dipromosi mengisi jabatan lowong karena pejabat sebelumnya purna tugas, yakni Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi NTB yang dipercayakan kepada Ir M Husni, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Distamben NTB. Husni menggantikan Ir Eko Bambang Sutedjo yang meninggal dunia.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB yang dipercakan kepada Ir Husni Fahri MM, menggantikan H Abdul Ma'ad yang memasuki usia pensiun.
Jabatan eselon II lainnya yakni Sekretaris Korpri NTB yang dipercayakan kepada Azhari SH MH.
"Ini menunjukkan bahwa sebelumnya anda semua (pejabat dipromosi) telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap tugas anda masing-masing. Maka tingkatkanlah dedikasi itu," ujarnya.
Zainul juga menekankan pentingnya memaknai amanah yang diberikan pimpinan atas jabatan yang diemban itu.
Amanah itu harus dijaga dan diwujudkan dalam bentuk komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Ia pun mengungkapkan bahwa sebagai besar pejabat yang dimutasi itu berasal dari kaum perempuan, dan itu membuktikan bahwa SDM kaum perempuan di wilayah NTB semakin baik.
"Mutasi jabatan kali ini merupakan 100 persen hasil dari 'assesment' yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah, baik untuk mengisi tiga jabatan di eselon II, maupun 48 jabatan di eselon III, serta 102 jabatan di eselon IV, yang diharapkan akan ada potret yang lebih obyektif atas potensi pejabat," ujarnya.
Mutasi kesembilan
Mutasi 153 pejabat baik pejabat utama maupun strategis di lingkup Pemprov NTB itu, merupakan peristiwa yang ke-9 semenjak masa kepemimpinan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dan wakilnya Badrul Munir, terhitung sejak 1 September 2008.
Mutasi pertama digelar pada 6 Oktober 2008, yang melibatkan 58 pejabat strategis di jajaran Pemprov NTB, terdiri dari 41 orang pejabat eselon II, 15 orang pejabat eselon III dan dua pejabat eselon IV yang dipromosikan ke jabatan eselon III.
Dalam kebijakan mutasi itu, hampir semua pejabat eselon II Pemprov NTB era pemerintahan Gubernur NTB periode 2003-2008, dilengserkan dan diganti dengan pejabat baru yang dipromosikan dari jabatan setingkat lebih rendah.
Padahal, sebagian besar "pejabat lama" itu masih jauh dari usia pensiun 56 tahun atau mereka masih harus mengabdi sebagai PNS 2-5 tahun ke depan.
Selanjutnya, 25 Mei 2009, Gubernur NTB dari kalangan ulama itu kembali memutasikan 12 pejabat Eselon II terkait Perda Nomor 3 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain Sebagai Bagian Perangkat Daerah.
Pada 14 Agustus 2009, Gubernur NTB kembali memutasikan 180 orang pejabat Eselon II, III dan IV, terdiri dari tiga orang pejabat Eselon II, 67 orang pejabat Eselon III dan 110 orang pejabat Eselon IV.
Mutasi kembali terjadi pada 6 Oktober 2009 yang melibatkan 58 orang pejabat strategis di jajaran Pemprov NTB, terdiri dari 41 orang pejabat eselon II, 15 orang pejabat eselon III dan dua pejabat eselon IV yang dipromosikan ke jabatan eselon III.
Saat itu, pada umumnya puluhan jabatan strategis itu dipercayakan kepada pejabat baru yang menempati jabatan promosi atau hampir semua pejabat strategis era pemerintahan Gubernur NTB periode 2003-2008 diganti dengan pejabat baru.
Pada 10 Nopember 2010, kembali terjadi mutasi yang melibatkan delapan pejabat Eselon II, yang digelar usai pelantikan Drs H. Muhammad Nur, MM, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, menggantikan pejabat lama Drs H. Abdul Malik, MM, yang beralih menjadi pejabat fungsional di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).
Pada 17 Februari 2011, Gubernur NTB memutasi sembilan pejabat utama yang menduduki jabatan Eselon II, dan 91 pejabat strategis Eselon III dan 191 pejabat Eselon IV sehingga total pejabat yang dimutasi saat itu mencapai 291 orang.
Pada 22 Juni 2011, Gubernur NTB itu memutasi 19 pejabat strategis yang menduduki jabatan Eselon III, baik untuk menduduki jabatan promosi maupun ke jabatan setingkat.
Pada 4 Mei 2012, kebijakan mutasi kembali ditempuh Gubernur NTB di tahun keempat masa kepemimpinanya, yang melibatkan 242 pejabat Eselon II, III dan IV.
Kini, menjelang akhir masa jabatan lima tahunnya, Zainul kembali memutasi sebanyak 153 orang pejabat, dan 140 orang diantaranya menempati jabatan promosi. (*)
Pewarta :
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026