Mataram, 2/3 (ANTARA) - Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menghindari devisit energi listrik dan diyakni dua atau tiga tahun ke depan mampu menghasilkan cadangan berlimpah.

  "Kami tidak mau terjadi lagi seperti 2009, makanya penambahan daya terus dilakukan dan interkoneksi antarsub sistem terus dibenahi," kata General Manager (GM) PT PLN Wilayah NTB Akbar Ali, di Mataram, Sabtu.

  Akbar optimistis devisit energi listrik yang terjadi di 2009 tidak akan terjadi lagi karena dalam beberapa tahun ke depan terus dilakukan penambahan daya.

  Manajemen PLN NTB berkomitmen untuk menjauh dari devisit energi listrik itu, namun mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat pengguna listrik.

  "Sosialisasi kelistrikan termasuk perencanana dan realisasi, upaya penambahan daya dan perbaikan interkoneksi terus dilakukan, namun tetap saja ada pihak-pihak yang menyalahkan PLN," ujarnya.

  Pihaknya, masih menemui aksi-aksi provokasi dari pihak tertntu sehingga konsumen menjadi marah atau melakukan aksi-aksi lainnya.

  Ia mencontohkan pembebasan lahan untuk kepentingan penataan jaringan kelistrikan, yang seringkali diwarnai aksi pro-kontra.

  "Pemilik tanah sudah setuju, nanti ada saja pihak-pihak yang memprovokasi sehingga mencuat lagi aksi protes. Jadinya mencuat pertanyaan besar, ada apa sebenarnya. Ini tantangan yang harus kami hadapi dalam upaya menghasilkan pasokan energi listrik," ujarnya.

  Akbar menambahkan, pihaknya pun terus berupaya mengimbau dan mengajak semua pihak untuk menyukseskan program pembangunan kelistrikan di wilayah NTB.

  Konsekuensi dari kemajuan di suatu daerah, yakni pembangunan kelistrikan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

  "Daerah itu tidak akan maju, kalau listriknya juga tidak mau. Karena itu, bantulah kami mengatasi kendala-kendala yang ada," ujarnya.

  Akbar mengungkapkan bahwa kendala pembebasan lahan masih menjadi masalah utama dalam pengembangan kelistrikan di wilayah NTB.

  Pembebasan lahan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, belum selesai. Padahal PLN NTB memprogramkan pasokan listrik berkapasitas 150 KV di daerah itu.

  "Lombok Timur saja sekarang ini beban puncaknya sudah mencapai 40 MW, dan daya terpasang sebesar 45 MW sehingga kelebihannya hanya sedikit. Beda dengan Sistem Bima dan Sumbawa yang hanya 30 MW dan 32 MW," ujarnya.

  PLN Wilayah NTB membawahi manajemen PLN Cabang Mataram, Sistem Lombok, Sistem Bima dan Sistem Sumbawa.

  Sistem Lombok membawahi Sub Sistem Ampenan (sektor tengah), Lombok Timur (sektor timur) dan Lombok Barat (sektor barat).

  Saat ini, daya mampu pembangkit listrik di wilayah NTB mencapai 170 Mega Watt (MW), dan beban puncak saat malam telah mencapai 160 MW dan siang mencapai 90 MW, sehingga terjadi kelebihan 15 MW saat malam dan 80 MW saat siang.

  Sedangkan diupayakan penambahan daya sebesar 50 MW di Pulau Lombok. Lima mesin berkapasitas 30 MW yang dipasang di PLTD Ampenan, sudah mulai beroperasi dan 20 MW lainnya dipasang di PLTD Paok Motong Lombok Timur.

  Juga sedang diupayakan perampungan pembangunan PLTU Batubara di Jeranjang berkapasitas 2 x 25 MW, sehingga dalam beberapa tahun ke depan PLN NTB memiliki cadangan listrik lebih dari 100 MW. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026