Mataram, (Antara) - Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2013-2018, meneken kesepakatan bersama berisi komitmen pemimpin berintegritas.

  Komitmen itu diteken di hadapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB Fauzan Khalid, dan pihak terkait lainnya, yang digelar di halaman Stasiun TVRI NTB, di Mataram, Kamis sore.

  Acara yang digelar usai deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) NTB itu, disiarkan langsung TVRI NTB.  

  Adnan mengatakan, komitmen pemimpin berintegritas itu merupakan komitmen untuk menjalankan proses tahapan pilkada secara berintegritas, transparan dan akuntabel, bersih tanpa politik uang baik langsung maupun tidak langsung.

  "Juga berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi dan tidak melakukan korupsi," ujar Adnan.

  KPK juga menitipkan pesan kepada pasangan calon yang nantinya terpilih dalam Pilkada NTB itu agar terlibat aktif dalam membangun "sistem integritas nasional" dan mengimplementasikannya pada pemerintahan di wilayah NTB.

  Terdapat empat pasangan calon yang akan bertarung pada pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya, yang tahapan pemungutan suaranya dijadwalkan 13 Mei 2013.

  Empat pasangan calon yang diusung gabungan parpol itu yakni, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin menggunakan nomor urut 1, pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau "Suryadi-Johan" nomor urut 2, pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin nomor urut 3, pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan nomor urut 4.

  Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

  Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

  Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

  Paket "Suryadi-Johan" diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

  Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

  Paket "Harum" diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

  Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

  Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

  Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

  Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

  Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026