Logo Header Antaranews Mataram

DPRD NTB MINTA POLISI SIKAPI KAMPANYE BUSUK

Senin, 29 April 2013 13:10 WIB
Image Print

Mataram, 29/4 (Antara) - DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta aparat kepolisian menyikapi secara tegas praktik kampanye busuk melalui selebaran berisi gambar dan pernyataan negatif, yang dilakukan pihak tertentu.

"Sebagai pimpinan dewan, saya meminta polisi untuk sikapi secara tegas penyebaran selebaran yang mendiskreditkan pasangan calon tertentu itu. Minimal ada 'shock terapy' agar perbuatan itu tidak berlanjut," kata Ketua DPRD Provinsi NTB H Lalu Sujirman, di Mataram, Senin.

Sujirman menegaskan hal itu, setelah mengetahui adanya penyebaran selebaran berisi gambar dan pernyataan negatif terhadap pasangan calon tertentu.

Selebaran itu berisi foto kandidat calon gubernur tertentu beserta foto wanita yang disebut-sebut sebagai istri keduanya. Selebaran itu juga berisi pernyataan bahwa calon gubernur yang bersangkutan enggan menanggapi pertanyaan wartawan yang mengkonfirmasi kebenaran sikap poligami itu.

Selebaran itu ditemukan di Taman Udayana Kota Mataram, Senin (29/4) pagi, yang diduga diletakan pihak tertentu dini hari dengan harapan saat Taman Udayana itu dipadati pengunjuk di pagi hari, dapat menemukan selebaran tersebut.

Selebaran serupa juga ditemukan menyebar di lokasi tertentu di Kabupaten Lombok Barat dan kabupaten lainnya.

Terkait selebaran itu, Sujirman mengatakan, sikap tegas aparat kepolisian sangat diharapkan karena praktik kampanye negatif itu dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di wilayah NTB.

"Polisi harus bisa tangkap pelakunya karena itu perbuatan pidana, agar tidak ada lagi yang berani melakukan hal-hal seperti itu," ujarnya.

Menurut politisi dari Partai Golkar itu, NTB sudah dikenal sebagai provinsi yang santun dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) dalam beberapa periode sebelumnya.

Karena itu, pasangan calon dan tim suksesnya harus tetap memegang teguh komitmen bersama yakni pelaksanaan pilkada yang aman, damai dan lancar, serta tidak mendiskreditkan pasangan calon tertentu.

"Orang diluar NTB sudah mengakui kondusifitas pelaksanaan pilkada di wilayah NTB, sehingga predikat baik itu harus dipelihara. Ini tanggungjawab bersama seluruh komponen masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Saat ini, penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018 tengah memasuki tahapan kampanye yang dimulai sejak 26 April dan akan berakhir 9 Mei 2013 atau tiga hari sebelum tahapam pemungutan suara yang dijadwalkan 13 Mei 2013.

Terdapat empat pasangan calon yang diusung gabungan parpol sebagai peserta Pilkada NTB yakni, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, menggunakan nomor urut 1, pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau "Suryadi-Johan" nomor urut 2, pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin nomor urut 3, pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan nomor urut 4.

Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

Paket "Suryadi-Johan" diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

Paket "Harum" diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026