Ledakan tabung gas lukai enam warga Jakut

id ledakan rumah, tabung gas,pademangan, SMKN 23 Jakarta, Jakarta Utara

Ledakan tabung gas lukai enam warga Jakut

Ilustrasi - Seorang pemadam berusaha memadamkan api dari sebuah ledakan tabung gas. (ANTARA/HO-Aspri/am.)

Jakarta (ANTARA) - Enam orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada Kamis (12/1) sekitar pukul 19.00 WIB di Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara. Dicky Anthony, seorang kerabat korban, mengatakan dari enam orang yang terluka, salah satunya adalah balita. Insiden tersebut diduga dipicu oleh tabung gas yang bocor dan meledak ketika salah seorang korban menyalakan kompor di dapur. "Yang hancur, bagian dapur. Korban sementara baru enam, laki- laki dua, sisanya perempuan. Ada korban anak balita, sementara belum ada korban jiwa," kata Dicky.

Dia menambahkan tabung gas yang bocor berukuran 3 kilogram dan berada dalam kamar mandi dekat dapur. "Dari dua tabung, satu masih utuh lagi masak, lagi bikin sayur buat makan. Satunya meledak," kata Dicky.

Akibat kejadian itu, dua orang korban, termasuk sang balita, terpaksa dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), sedangkan yang lain ke RSUD Pademangan. Para korban, kata dia, mengalami luka bakar di bagian tangan, badan dan kaki, tetapi belum diketahui berapa persen bagian tubuh korban yang terbakar.

Baca juga: Nekat, pria ini curi ratusan tabung elpiji di Tanjung Lombok Utara
Baca juga: Curi dua tabung gas demi Slot Game, tukang parkir di Gunungsari Lobar diringkus polisi


Sementara itu, seorang pengurus RW 03 Pademangan Timur bernama Wiwik menduga kebakaran tersebut terjadi ketika tabung gas yang bocor dibawa ke kamar mandi dan masih tercium bau gas. Ketika kompor dinyalakan dengan menggunakan tabung gas kedua, tiba-tiba terjadi ledakan. "(Tabung) gas yang pertama ditaruh di kamar mandi, terus dia (korban) beli lagi karena ada kebocoran," katanya.

Rumah para korban yang berada di dekat gedung SMK Negeri 23 sempat terbakar, tetapi berhasil dipadamkan dengan cepat oleh warga setempat.