"Operasi Pasar (OP) daging itu akan berlangsung selama lima hari terhitung Senin ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB H Lalu Imam Maliki.
Mataram (Antara Mataram) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng perusahaan daerah PT Gerbang NTB Emas (GNE), guna merealisasikan operasi pasar khusus daging.

"Operasi Pasar (OP) daging itu akan berlangsung selama lima hari terhitung Senin ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB H Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin.

Ia mengatakan operasi pasar khusus daging itu dimaksudkan untuk menekan lonjakan harga sekaligus memperkuat stok daging menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah.

Daging sapi dijual dengan harga Rp78 ribu perkilogram, guna menekan harga daging di pasaran yang masih menembus angka Rp85 ribu hingga Rp90 ribu perkilogram.

Harga daging sapi di pasar dalam wilayah Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB itu sempat menembus harga Rp100 ribu/kilogram.

Saat ini, sudah mulai turun namun masih bertahan pada kisaran harga Rp85 ribu hingga Rp90 ribu/kilogram. Biasanya harga normal pada kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu/kilogram.

"Selain GNE juga dilibatkan lima distributor daging yang beroperasi di wilayah NTB, guna memperlancar OP khusus daging itu," ujarnya.

Imam mengakui adanya kesan ironis ketika harga daging sapi di wilayah NTB menjadi lebih mahal dari harga daging di Pulau Jawa, mengingat sapi dari NTB diantarpulaukan ke Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Hery Erpan Rayes mengatakan stok ternak potong di wilayah itu jauh melebihi kebutuhan konsumen meskipun terjadi lonjakan permintaan sejak awal Ramadhan hingga Lebaran 8-9 Agustus 2013.

"Bahkan, bisa melebihi kebutuhan konsumen sampai akhir tahun, karena estimasi pemotongan ternak potong setiap tahun tidak sampai 40 ribu ekor," ujar Hery.

Ia mengatakan potensi ternak potong di wilayah NTB tahun ini diperkirakan melebihi 120 ribu ekor, sementara kebutuhan masyarakat NTB dan kuota untuk diantarpulaukan ke provinsi lain hanya 32.500 ekor.

Hal itu berarti stok daging yang bersumber dari ternak potong cukup banyak, bahkan melebihi kebutuhan sehingga lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan, Natal dan Tahun Baru nanti, bukan persoalan yang perlu dirisaukan.

"Kekhawatiran kekurangan stok daging sejak awal Ramadhan hingga Lebaran, tidak cukup beralasan karena stok melimpah," ujar mantan Kepala Disperindag NTB itu.

Erpan mengatakan NTB telah mampu memproduksi 35 ribu ekor setiap tahun, yang melebihi kebutuhan daerah, sehingga diandalkan pemerintah pusat sebagai salah satu daerah sentra produksi daging.

Kebutuhan daging sapi masyarakat NTB tercatat sebanyak 13.700 ton setiap tahun, sementara produksinya sudah mencapai 16.800 ton, sehingga mengalami surplus.

Sementara potensi produksi ternak sapi di NTB dapat mencapai 2,6 juta ekor/tahun, namun baru 35 persen yang dihasilkan sehingga masih harus terus dipacu sesuai potensi yang ada. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026