"Semuanya yang sudah diberikan hak mendistribusikan sudah mengambil sesuai kuota yang diberikan oleh Pertamina,"
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata menegaskan tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di NTB.
"Semuanya yang sudah diberikan hak mendistribusikan sudah mengambil sesuai kuota yang diberikan oleh Pertamina," ujarnya di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan saat ini pihaknya sedang menelusuri letak tersendat-nya rantai distribusi gas elpiji 3 kilogram di saat kuota yang diberikan oleh Pertamina sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
"Kita masih cek di mana letak macet-nya, seperti kemarin ada yang menimbun gas elpiji 3 kilogram di kandang ayam. Kemungkinan apakah di tempat lain juga terjadi hal yang sama. Ini yang sedang kita koordinasikan di lapangan," kata Wiranata.
Namun demikian, ia kembali menegaskan tidak ada kelangkaan gas elpiji tersebut. Meski demikian, dirinya belum mendapatkan data kuota yang dialokasikan Pertamina Patra Niaga untuk NTB.
"Saya belum minta, mungkin besok pagi kita minta dikirimkan, tapi nggak ada langka karena dikirim sesuai kuota yang ada, tapi di tingkat masyarakat kok nggak ada barang ini. Ini juga jadi pertanyaan," ujarnya.
Menurut dia, dari sisi pengawasan pihaknya sudah melakukan pengawasan bersama Pertamina. Namun, sejauh mana temuan di lapangan masih dalam penelusuran.
"Yang jelas kita masih telusuri. Mudah-mudahan keluhan gas langka dari masyarakat ini bisa kita selesaikan dalam pekan ini, karena gas ini sudah menjadi kebutuhan pokok," tegas Wiranata menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram.
Wiranata mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Sebab, Pertamina sendiri telah menjamin bahwa kuota gas elpiji 3 kilogram untuk NTB sangat tersedia dan aman.
"Ya kita minta masyarakat tidak panik buying," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026