"Secara umum gubernur menilai capaian di triwulan satu yang tercatat hingga 31 Maret 2016 lebih baik dibanding triwulan yang sama 2015,"Mataram (Antara NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengklaim pencapaian realisasi APBD dan pelaksanaan program unggulan pada triwulan pertama Maret 2016 meningkat.
"Secara umum gubernur menilai capaian di triwulan satu yang tercatat hingga 31 Maret 2016 lebih baik dibanding triwulan yang sama 2015," kata Karo Humas dan Protokol Setda NTB Yusron Hadi seusai pelaksanaan rapat pimpinan yang dihadiri Gubernur NTB, Wakil Gubernur, dan Sekda, di Mataram, Senin.
Yusron menjelaskan, dalam rapat pimpinan yang dihadiri lengkap Asisten dan SKPD itu, capaian realisasi pendapatan hingga 31 Maret 2016 mencapai 22,65 persen. Anggaran terbesar masuk dari dana perimbangan sebanyak 27,27 persen. Sementara realisasi belanja per 31 maret 2016 mencapai 13,70 persen, meningkat dalam satu pekan sebesar 3 persen atau menjadi 16,09 persen per 15 April 2016.
Kata dia, capaian pendapatan triwulan 1 tahun 2016 ini, bila dibandingkan dengan capaian triwulan 1 tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 2,23 persen. Demikian juga halnya dengan realisasi belanja triwulan 1 tahun 2016 lebih baik dengan capaian pada triwulan yang sama tahun 2015.
Yusron menambahkan, meski terjadi peningkatan, gubernur meminta kepada SKPD yang capaiannya kurang maksimal agar membuat laporan tertulis melalui asisten tentang apa masalah yang menyebabkan terjadinya perlambatan realisasi dan memberi solusi hal-hal apa yang harus dilakukan untuk percepatan realisasi tersebut.
"Karena saat ini kita memasuki triwulan dua tentunya target realisasi yang harus dicapai juga semakin meningkat," katanya.
Sementara itu, terkait realisasi program unggulan, kata Yusron, gubernur dalam rapat tersebut menanyakan satu persatu program inovatif yang dilaksanakan SKPD. Hampir semua SKPD memiliki program inovatif yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan, sehingga makin memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
"Menyikapi berbagai program SKPD itu, gubernur menyatakan agar inovasi ini ditempatkan pada lokasi yang menerima manfaat terbesar agar kemanfaatannya juga langsung dapat dirasakan dan dinikmati oleh pengguna, yakni masyarakat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026