"Jalan provinsi 100 persen kondisi mantap, orang tidak lagi khawatir terjadi kecelakaan. Dengan jalan sudah selesai, saatnya pemerintah mengalihkan fokus untuk penyediaan air, bukan hanya mengalirkan tetapi membuat sumur bor,"Mataram (Antara NTB) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Sakdudin meminta Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperbanyak pembangunan sumur bor.
"Jalan provinsi 100 persen kondisi mantap, orang tidak lagi khawatir terjadi kecelakaan. Dengan jalan sudah selesai, saatnya pemerintah mengalihkan fokus untuk penyediaan air, bukan hanya mengalirkan tetapi membuat sumur bor," kata Sakdudin di Mataram, Selasa.
Diakui Sakdudin, selama ini fokus perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Lombok Timur terhadap pembangunan sumur bor masih sangat minim. Bahkan, terkesan hanya wacana. Kalaupun ada pembangunan sumur bor masih sangat terbatas hanya pada titik tertentu.
"Seharusnya masing-masing sumur bor yang dibagikan itu dikelola khusus oleh warga atau petani langsung, sehingga jaminan pengelolaan terhadap pompa air bisa lebih baik," ucapnya.
Padahal, jika dikaji ketersediaan air baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk lahan pertanian sama pentingnya dengan membangun jalan. Sebab, tidak dipungkiri di sejumlah wilayah NTB, salah satunya Kabupaten Lombok Timur setiap tahun selalu mengalami kesulitan air.
"Semestinya ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena, kalau di sekian hektare sawah ada sumur bor, pasti saat ini panen petani kita bertambah dan petani tidak lagi mengeluhkan kesulitan air," jelasnya.
Menurut dia, kalau sumber air lancar, maka produktifitas pertanian semakin meningkat. Karena itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Lombok Timur sebagai wilayah yang selalu dihantam kekeringan dan memiliki areal pertanian terluas di Pulau Lombok untuk fokus membangun sumur bor.
"Segala sesuatu itu harus bisa dilakukan terencana, menggalakkan air bersih bagi warga dan irigasi pertanian jangan sekedar kata-kata tetapi di implementasikan dalam bentuk nyata di lapangan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026