Bapanas dukung kolaborasi BTN-ID FOOD perkuat CPP

id Bapanas,pangan,ID FOOD,BTN,stunting

Bapanas dukung kolaborasi BTN-ID FOOD perkuat CPP

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi (tengah) dalam Penandatanganan Perjanjian Fasilitasi Kredit antara ID FOOD dan BTN, di Jakarta, Selasa (23/7/2024). ANTARA/HO-Humas Bapanas

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mendukung kolaborasi fasilitasi kredit atau pembiayaan antara ID FOOD dan BTN dalam rangka memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP) demi mengatasi stunting di Tanah Air.
 

“Langkah baik ini dapat menjaga terpenuhinya kebutuhan pangan serta gizi masyarakat, khususnya keluarga risiko stunting. Hal ini tentunya akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan,” kata Arief Arief dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menurut Arief, dukungan pendanaan dari BTN sebagai entitas perbankan dapat berdampak signifikan bagi pelaksanaan program bantuan pangan yang dijalankan ID FOOD.

Ia berharap pelaksanaan program penanganan stunting ini akan terus ditingkatkan. Mengingat program ini bersifat strategis, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat khususnya untuk mempersiapkan generasi penerus, maupun sebagai bentuk hilirisasi hasil produksi peternakan.

"Sehingga dapat turut menjaga stabilitas telur ayam dan daging ayam di tingkat peternak," ujarnya.

Arief mengatakan, program penanganan stunting ini akan terus didorong dan tingkatkan pelaksanaannya. Untuk itu, tentunya membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas lagi, baik dari sisi pendanaan, regulasi, maupun produksi.

Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah melalui pendanaan yang akan difokuskan pada komoditas daging ayam dan telur ayam untuk bantuan pangan bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

"Ini sejalan dengan semangat kedua perusahaan yang aktif menjalankan berbagai program pencegahan stunting,” kata Apik.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pendanaan itu diperuntukkan bagi penyaluran bantuan pangan penanganan stunting di tahun 2024, dengan komoditas daging ayam dan telur ayam.

"Diharapkan upaya ini dapat mempercepat penyaluran bantuan pangan, sehingga membantu program pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia," kata Apik.

Penyaluran program bantuan pangan penanganan stunting yang dijalankan ID FOOD telah memasuki tahun ke dua. Upaya penyaluran akan terus ditingkatkan secara bertahap guna memenuhi target penyaluran kepada 1.446.089 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di 7 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Bapanas mencatat harga pangan 25 Juli mayoritas turun
Baca juga: Bapanas petakan ketersediaan pangan antisipasi dampak kemarau

Program bantuan pangan penanganan stunting ini digelar dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tercantum dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam program ini setiap keluarga rentan stunting menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali. Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo berharap kerja sama itu dapat mewujudkan ketahanan pangan yang baik, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.