Ormas lintas agama salurkan bantuan korban gempa bumi Lombok

id Ormas NTB,Gempa Lombok,PSMTI NTB

Pelepasan empat unit truck bermuatan bantuan bahan makanan dan logistik serta satu mobil tangki berisi 4.000 liter air bersih di Sekretariat PSMTI NTB. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Penanganan bencana tidak lagi berbicara tentang etnis, agama, partai politik, organisasi masyarakat
Mataram (Antaranews NTB) - Organisasi masyarakat (ormas) lintas agama di Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi 6,4 pada Skala Richter yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara sebagai wujud kepedulian sesama umat beragama.

Pelepasan iring-iringan kendaraan pengangkut bantuan dilakukan secara bersama-sama oleh tokoh-tokoh ormas lintas agama di Sekretariat Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB, di Mataram, Jumat.

Bantuan berupa bahan makanan, air mineral, selimut, terpal untuk tenda, tikar, kompor lengkap dengan tabung gas, panci untuk memasak dan sebanyak 200 jerigen berisi air bersih 35 liter. Seluruh bantuan diangkut menggunakan empat truk bersama satu mobil tangki air bersih sebanyak 4.000 liter.

Sekretaris PSMTI NTB Suriadi Adinata mengatakan penyaluran bagi korban gempa bumi sebagai wujud kepedulian organisasi masyarakat lintas agama, baik PSMTI NTB, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan, Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) NTB, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) NTB, Pelkat PKH GKIB "Immanuel" Mataram.

Ada juga bantuan dari anggota secara nasional Shrimp Club Indonesia (SCI) yang merupakan asosiasi petambak udang Indonesia.

"Bantuan SCI tersebut merupakan wujud kepedulian pengusaha tambak udang terhadap korban gempa, terutama di sekitar pesisir Kecamatan Sambelia. Lokasi tersebut merupakan tambak-tambak udang pengusaha yang ikut rusak parah," katanya.

Selain bantuan bahan makanan dan air bersih, pihaknya juga mengirimkan bantuan obat-obatan dan tenaga medis empat orang, terdiri dari satu orang dokter dan dua perawat. Mereka juga membawa mobil ambulans beserta sopir yang akan ditempatkan di posko penanganan bencana.

Bantuan yang didistribusikan saat ini merupakan bantuan tahap kedua. Sebelumnya, bantuan sudah disalurkan satu hari setelah kejadian gempa besar atau 31 Juli 2018, namun jenis bantuan lebih dominan bahan makanan, seperti beras, mi instan, susu, air mineral. 

Selain itu, tim medis sebanyak lima orang, terdiri atas dua orang dokter dan tiga orang perawat. Mereka membawa obat-obatan dan mobil ambulans dari Rumah Sakit Harapan Keluarga (RSHK) Mataram.

"Bantuan tahap kedua akan kami distribusikan ke posko-posko kecil hingga tingkat dusun. Pasalnya, bantuan tahap pertama diserahkan ke posko besar yang ternyata di sana menumpuk," kata Suriadi yang juga Ketua Wilayah SCI Lombok.

Sekretaris PITI NTB Muhammad Toha mengatakan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan paguyuban lintas agama, termasuk PSMTI NTB dalam melakukan berbagai kegiatan sosial, termasuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam.

"Dulu bencana banjir di Bima, kami juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Sekarang kami ikut menunjukkan kepedulian terhadap sesama saudara yang terkena musibah gempa bumi," katanya sambil berharap kekompakan antarpaguyuban lintas agama terus terjaga.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB H. Falahuddin, menambahkan kekompakan dalam menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi sebagai bentuk kolaborasi antarpaguyuban lintas agama yang sudah terjalin lama. Dan merupakan wujud kebersamaan meskipun dalam perbedaan.

"Penanganan bencana tidak lagi berbicara tentang etnis, agama, partai politik, organisasi masyarakat. Kita berbicara kemanusiaan, semua harus bersatu. Dan ini bagian dari upaya mempertontonkan upaya merawat kebinekaan rakyat Indonesia," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar