Indonesia Cetak Sejarah Emas Junior Track Asia

id Atlet,Sepeda,Junior

Atlet balap sepeda junior putra Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta meraih medali emas pada nomor scratch junior putra dalam perlombaan yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis malam (10/01/2018). (Antara/Imam Santoso)

Jakarta (Antaranews NTB) - Atlet balap sepeda junior Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta mencetak sejarah perlombaan disiplin track dengan menyabet medali emas dalam Kejuaraan Track Asia 2019 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome di Jakarta, Kamis (10/1) malam.

Angga meraih medali emas pada nomor scratch junior putra dan menungguli atlet India Venkappas Kengalagutti pada posisi kedua dan atlet Taiwan Chih Sheng Chang yang menempati posisi ketiga.

"Persiapan saya hanya dua pekan sejak pertengahan Desember 2018. Saya tentu sangat bangga sekali bisa mendapatkan medali emas karena perlombaan sangat ketat," kata atlet berusia 17 tahun itu.

Angga mengaku dua lap terakhir menjadi momentum untuk menyabet medali emas karena atlet-atlet lain Asia sudah kesulitan untuk melewatinya.

"Target awal saya adalah medali perunggu karena ini perlombaan pertama tingkat Asia bagi saya," katanya.

Atlet kelahiran Lumajang, Jawa Timur itu mengaku telah berlatih di India selama tiga pekan pada Desember 2019 sebelum kembali ke Indonesia pada awal Januari.

"Saya turun pada nomor point race, omnium, dan scartch pada perlombaan Asia ini," kata atlet yang memulai karir sebagai atlet disiplin sepeda gunung dan road race itu.

Pelatih balap sepeda nasional Dadang Haris Purnomo mengaku semula tidak mengunggulkan Angga untuk menyabet medali emas karena perlombaan Asia di Velodrome menjadi ajang penambah pengalaman bagi atlet-atlet junior.

"Saya sempat tidak percaya karena hasil yang diraih Angga. Itu adalah pembuktian pembinaan PB ISSI yang berhasil mencari atlet-atlet penerus," kata Dadang.

Selain Kejuaraan Track Asia 2019, PB ISSI akan menurunkan Angga pada sejumlah perlombaan lain tingkat Asia.
Pewarta :
Editor: Nirkomala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar