Ekonomi kreatif dan budaya sebagai penggerak ekonomi

id Menteri Ekraf,Teuku Riefky Harsya,ekonomi kreatif,pertumbuhan ekonomi

Ekonomi kreatif dan budaya sebagai penggerak ekonomi

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (tengah) dalam Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ke-18 yang digelar di Jakarta, Senin (7/7/2025). ANTARA/HO-Kementerian Ekraf

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya ekonomi kreatif dan budaya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang harus terus didukung.

"Pentingnya ekonomi kreatif dan kebudayaan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari berbagai daerah," kata Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Teuku Riefky menyampaikan, nilai-nilai budaya di Indonesia tentu selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Menurut dia, pembangunan bukan hanya milik elite atau pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat dari semua latar belakang, lintas identitas, lintas generasi, dan lintas profesi sehingga membuka ruang partisipasi.

Dalam Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun ke-18 Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) yang digelar di Jakarta, Senin (7/8), Menteri Ekraf menilai PSBI sudah mendorong berkembangnya kebudayaan dan ekonomi kreatif, terutama budaya Batak dari Samosir.

"Hal ini sejalan dengan Presiden Prabowo yang ingin sekali industri kreatif terus berkembang di Indonesia. Di mana budaya itu kental, di situlah potensi industri kreatif bisa makin dikenal,” ujar Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf menegaskan siap berkolaborasi dengan PSBI lewat sentuhan teknologi, inovasi, dan digitalisasi.

Ia menyampaikan, dengan kekayaan intelektual yang berbasis budaya, Kementerian Ekraf punya harapan bagaimana budaya-budaya nusantara termasuk budaya Batak bisa menjadi diplomasi Indonesia secara global.

"Kita bisa mulai maksimalkan melalui rantai nilai dari industri kreatif seperti tahapan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi. Misal tahapan kreasi awal berarti kita butuh talenta yang perlu upgrade skill, tahap distribusi secara online atau offline, dan pemasaran karya kreatif bisa masuk ke pasar nasional hingga global,” ujar Menteri Ekraf.

Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut hadir mengharapkan peran PSBI untuk memadukan budaya dengan ekonomi kreatif agar bisa mendorong sebuah kemajuan bangsa.

Baca juga: Industri kreatif instrumen penting penciptaan lapangan kerja

Ia berharap Menteri Ekraf bisa menambah semangat bagi masyarakat Samosir untuk diberdayakan aspek kreatifnya dengan keunggulan dan keunikannya.

"Keunggulan dan keunikan bisa dimunculkan bahkan dihadirkan untuk masyarakat luas, termasuk bagi masyarakat Internasional. Apalagi PSBI sudah punya DNA untuk membangun silaturahmi sekaligus sinergi dan kolaborasi dengan berbagai kementerian,” ujar Menko AHY

Baca juga: Kemenekraf perkuat kesiapan ekspor produk ekraf baru

Diketahui, PSBI merupakan organisasi kekerabatan masyarakat Batak Simbolon yang beranggotakan ribuan keluarga dan aktif mempromosikan budaya Batak sejak 2006.

Organisasi kekerabatan seperti PSBI juga siap menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjunjung tinggi akar budaya lokal dan mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Kuliner, Andy Ruswar; serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala. Hadir pula Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.