Olahraga menyatukan anak bangsa

id hari olahraga nasional,haornas 2025,nasionalisme olahraga,atlet olahraga Oleh Muhammad Zunnurain *)

Olahraga menyatukan anak bangsa

Ilustrasi berolahraga. (ANTARA/Pexel/Tirachard Kumtanom)

Mataram (ANTARA) - Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional setiap tanggal 9 September. Tajuk Olahraga Satukan Kita dalam peringatan ke-42 Hari Olahraga Nasional mengandung makna mendalam bahwa olahraga bukan hanya aktivitas fisik melainkan medium kebangsaan yang menyatukan perbedaan dan menegaskan identitas bersama sebagai bangsa.

Olahraga telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa dari arena pertandingan hingga gelanggang internasional. Para atlet Indonesia tampil membawa semangat nasionalisme. Mereka adalah representasi dari daya juang, kerja keras, dan kehormatan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita menekankan pentingnya membentuk manusia Indonesia yang unggul: sehat, kuat, tangguh, dan berkarakter. Dalam konteks itu olahraga bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

Pendidikan jasmani di sekolah harus menjadi pondasi awal pembinaan olahraga nasional. Sekolah tidak cukup hanya memiliki lapangan, tetapi juga membutuhkan pelatih yang kompeten dan pendekatan yang menyenangkan.

Pembinaan usia dini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental.

Olahraga juga memberi ruang pembentukan karakter yang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, seperti sportivitas, menghargai lawan, menerima kekalahan, dan menjunjung kejujuran. Nilai-nilai itulah yang seharusnya hidup di tengah masyarakat, media sosial, ruang politik, hingga keluarga.

Meski demikian, tantangan pemerataan masih nyata. Fasilitas olahraga terkonsentrasi di kota-kota besar, sedangkan daerah tertinggal kekurangan sarana dan pelatih berkualitas.

Pemerintah perlu memastikan akses yang adil dan merata, termasuk untuk penyandang disabilitas dan kelompok marginal.

Negara-negara maju telah menempatkan olahraga sebagai pilar pembangunan nasional mendorong kesehatan publik, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat diplomasi internasional.

Momentum Hari Olahraga Nasional 2025 seharusnya menjadi ajakan nyata untuk seluruh elemen bangsa agar kembali pada nilai-nilai dasar berupa persatuan, kerja sama, dan semangat kolektif. Olahraga merupakan salah satu ruang langka yang menyatukan berbagai perbedaan dalam satu semangat yang sama.

Di tribun olahraga, tidak ada perbedaan warna kulit, keyakinan, atau status sosial. Yang ada adalah semangat bersama. Ketika semangat itu dikumpulkan oleh seluruh komponen bangsa, maka olahraga menjadi kekuatan besar dalam membangun Indonesia yang lebih kokoh dan bersatu.

Sebab dalam setiap gerak, ada harapan. Dalam setiap keringat, ada perjuangan. Dan dalam olahraga, ada kita sebagai satu bangsa yang terus bergerak menuju masa depan.

*) Penulis merupakan mahasiswa tingkat akhir Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.


Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.