Mataram (ANTARA) - Bupati Lombok Tiimur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin mengatakan jumlah masyarakat miskin ekstrem di daerah itu saat ini tersisa sekitar  15 ribu kepala keluarga (KK) atau 3,2 persen dengan 46 ribu jiwa pada semester pertama 2025.

"Saya tegaskan angka kemiskinan Kabupaten Lombok Timur mengalami penurunan 0,98 persen atau 11 ribu jiwa, sehingga sekarang tinggal 46 ribu jiwa," kata Haerul Warisin pada kegiatan peringatan hari kesatuan gerak (HKG) PKK 2025 di Lombok Timur, Selasa.

Ia mengatakan penurunan tersebut tak lepas dari andil semua pihak dan gerakan PKK Lombok Timur, karena itu elemen lainnya untuk bersinergi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

"Kami terus berusaha menurunkan angka kemiskinan dan utamanya kemiskinan ekstrem," katanya.

Baca juga: Lombok Timur fokus turunkan kemiskinan ekstremdi 2025

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan berbagai program dan inovasi untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem pada 2025 di daerah ini.

Ia mengatakan data terkini terkait tingkat kemiskinan di Lombok Timur sebagai langkah awal untuk menguatkan sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

"Tingkat kemiskinan di Lombok Timur saat ini masih berada di angka 14,51 persen, dengan kategori miskin ekstrem mencapai 3,2 persen," katanya.

Baca juga: Kemiskinan di Lombok Timur menurun

Ia mengatakan berdasarkan identifikasi yang dilakukan Dinas Sosial, kelompok rentan mayoritas berasal dari sektor petani, nelayan, pedagang asongan, pedagang kaki lima, dan pedagang rumahan.

Pemerintah Lombok Timur telah memulai intervensi dengan memberikan modal usaha untuk membantu masyarakat lepas dari jeratan rentenir.

"Upaya ini didukung oleh penambahan anggaran sebesar Rp20 miliar," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026