Jakarta (ANTARA) - Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA) serta mendorong percepatan ratifikasi perjanjian tersebut di dalam negeri.

Dalam siaran pers Kemlu RI di Jakarta, Selasa, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa AANZFTA terus menjadi landasan kerja sama Indonesia dan Selandia Baru. Berlakunya Protokol Kedua untuk Mengamandemen FTA pada April lalu, mencerminkan komitmen kedua pihak untuk menjaga relevansi kerja sama di tengah lanskap ekonomi global yang terus berubah, kata Sugiono.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-Selandia Baru di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa. Menurut Sugiono, ASEAN dan Selandia Baru dapat lebih meningkatkan kolaborasi dalam ekonomi biru, seperti perikanan berkelanjutan, energi terbarukan berbasis laut, dan bioteknologi kelautan, yang dipandi oleh Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN.

Selain itu, Menlu RI itu juga mengapresiasi dukungan teguh Selandia Baru terhadap Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) yang terus memandu ASEAN dalam menjaga kawasan tetap terbuka, inklusif, dan transparan.

Baca juga: Sebanyak 69 WNI dikembalikan dari Filipina bukan korban TPPO

Indonesia juga mengapresiasi keterlibatan Selandia Baru dalam Forum Kepulauan Pasifik (PIF), menyatakan bahwa dialog ASEAN-PIF yang dimulai tahun lalu telah meletakkan dasar bagi hubungan regional yang lebih erat.

Baca juga: Kemenlu terkena efisiensi anggaran Rp2,03 triliun

Indonesia pun berharap kolaborasi yang erat antara ASEAN, Selandia Baru, dan PIF dapat memperkuat perdamaian dan konektivitas regional di seluruh Indo-Pasifik, serta memajukan prioritas bersama di bidang ekonomi, maritim, dan perubahan iklim.

Karena itulah, Indonesia menilai sudah saatnya meningkatkan hubungan ASEAN dan Selandia Baru menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif.

“Melalui kemitraan yang lebih erat, kita akan membangun Indo-Pasifik yang makmur, stabil, dan damai untuk generasi mendatang,” ujar Sugiono.

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026